Media Kampung, Jakarta – Sejumlah pengguna Transjakarta memberikan tanggapan terkait rencana kenaikan tarif yang akan berlaku mulai 1 Januari 2027. Salah satunya Alif, seorang pelajar yang tinggal di Senen, Jakarta Pusat. Ia menganggap tarif saat ini sebesar Rp 3.500 masih terjangkau, namun berharap jika tarif dinaikkan, harganya tidak lebih dari Rp 5.000.

“Kalau saya Rp 3.500 tuh masih terbilang murah. Jadi kalau misalnya mau benar-benar dinaikin tuh ya paling-paling maksimal sih minimal buat saya sebagai anak sekolah paling ya Rp 5.000 lah,” kata Alif saat ditemui di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (4/10).

Alif menggunakan Transjakarta untuk pulang sekolah dan bepergian. Ia berharap kenaikan tarif disertai peningkatan fasilitas seperti halte dan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang dinilai belum terawat. “Saya di Pal Putih. Di Pal Putih sama di Kramat Sentiong, kalau saya kan sering berangkat ke situ, ya ngeri aja (JPO di sana) gitu,” ujarnya.

Sementara itu, Eca, pengguna Transjakarta asal Pondok Gede, Bekasi, juga berharap kenaikan tarif tidak terlalu tinggi. Ia menganggap tarif saat ini masih cukup terjangkau bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi umum. “Kalau bisa sih ya jangan naik ya. Udah Rp 3.500 sih oke lah, aman. Maksudnya ya kalau bisa sih kalau memang toh naik, ya jangan mahal-mahal,” ujarnya.

Eca mengusulkan kenaikan tarif menjadi Rp 4.000 atau Rp 4.500 agar masyarakat tetap bisa menggunakan Transjakarta. “Misal (sekarang) Rp 3.500, ya (naiknya) di bawah Rp 5.000 lah kalau bisa,” tambahnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengumumkan penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek mulai 1 Januari 2027. Ini menjadi penyesuaian pertama setelah tarif kedua layanan tersebut tidak berubah selama 20 tahun. Pramono juga memastikan bahwa penetapan tarif baru akan mempertimbangkan kemampuan masyarakat agar tidak membebani pengguna transportasi umum.

“Kami akan menyosialisasikan kebijakan ini sebelum mulai diberlakukan. Yang jelas, dalam menentukan tarif itu kami pasti mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.