Media Kampung, Lombok Barat – Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) II, Lalu Hadrian Irfani, mendesak Kementerian Perhubungan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan kapal penyeberangan menyusul insiden kebakaran yang menimpa Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Kebakaran terjadi pada Rabu pagi, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 04.15 WITA saat kapal berlayar dari Pelabuhan Padang Bai, Bali menuju Pelabuhan Lembar di Lombok. Kapal tersebut mengangkut 173 orang yang terdiri dari penumpang dan awak kapal. Seluruh penumpang dan kru berhasil dievakuasi dengan satu korban jiwa, seorang penumpang wanita berusia 19 tahun.

Baca juga:

Desakan Evaluasi Total Keselamatan Kapal

Lalu Hadrian menegaskan bahwa insiden ini merupakan kejadian kedua dalam waktu dekat setelah kebakaran kapal lain di perairan Madura. Ia menilai evaluasi tidak boleh hanya berfokus pada jumlah korban, melainkan harus menyasar seluruh aspek keselamatan kapal sebelum berlayar.

“Perbaikan total harus dilakukan. Syarat kapal dan muatan yang ikut harus dicek dengan lebih teliti agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Lalu. Menurutnya, sumber api diketahui berasal dari salah satu muatan kapal, yakni sebuah mobil boks yang memicu kebakaran.

Peran Berbagai Pihak dalam Pemeriksaan Keselamatan

Lalu menegaskan bahwa pemeriksaan kelayakan kapal dan keselamatan pelayaran tidak hanya tanggung jawab Kementerian Perhubungan, tetapi juga operator kapal dan pihak terkait seperti ASDP serta seluruh operator kapal yang beroperasi di wilayah tersebut.

Baca juga:

Dia juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap kapal-kapal pariwisata dan meminta agar kapal yang tidak layak berlayar tidak dipaksakan demi alasan keuntungan.

Apresiasi terhadap Proses Evakuasi

Meski insiden terjadi, Lalu memberikan apresiasi tinggi kepada tim SAR, pemerintah daerah, kepolisian, dan aparat lainnya atas penanganan cepat yang membantu proses evakuasi penumpang dan awak kapal.

Perhatian pada Faktor Cuaca dan Koordinasi Lintas Lembaga

Lalu juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut yang dapat berbeda di setiap wilayah. Ia mengusulkan koordinasi yang lebih baik antara Kementerian Perhubungan, BMKG, dan lembaga terkait untuk memastikan informasi cuaca dan keselamatan pelayaran selalu sinkron dan akurat.

Baca juga:

Kronologi Singkat Insiden

  • KMP Putri Yasmin terbakar pada 12 Agustus 2026 sekitar pukul 04.15 WITA di perairan Selat Lombok.
  • Kapal berangkat dari Pelabuhan Padang Bai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok.
  • Terdapat 173 orang di kapal, termasuk penumpang dan awak, dengan dua penumpang WNA asal Australia.
  • Seluruh penumpang dan awak dievakuasi dengan satu korban meninggal dunia.

Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat pada kapal penyeberangan dan kapal-kapal wisata di wilayah perairan Indonesia, khususnya di NTB yang menjadi jalur penting transportasi laut.