Media Kampung, Sumenep – KM Mutiara Sentosa 2 mengalami kebakaran di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu pagi, 2 Agustus 2026. Peristiwa ini mengakibatkan evakuasi darurat oleh tim SAR gabungan yang berhasil menyelamatkan 227 orang dari total 250 penumpang yang berada di atas kapal.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., menyampaikan bahwa pihak perusahaan kapal menerima laporan dari nahkoda bahwa kapal terbakar di ujung utara Madura antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah itu, komunikasi dengan nahkoda terputus.
Setelah menerima laporan, Kantor SAR Surabaya segera berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk menentukan posisi terakhir kapal. Hasil koordinasi menunjukkan KM Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Buruan Sapudi.
Pada sekitar pukul 09.45 WIB, kondisi kapal hampir terbakar habis. Para penumpang terlihat berada di anjungan dan haluan kapal. Kapal-kapal di sekitar lokasi segera melakukan evakuasi terhadap penumpang yang melompat ke laut.
Proses Evakuasi dan Korban
Sampai pukul 17.00 WIB, sebanyak 227 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat. Namun, lima orang meninggal dunia akibat kejadian ini.
Data evakuasi yang dihimpun dari Kantor SAR Surabaya menunjukkan rincian sebagai berikut:
- Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 109 penumpang selamat dan 2 meninggal dunia.
- TB Hasnur 26 mengevakuasi 65 penumpang selamat dan 1 meninggal dunia.
- Transco Arafura mengevakuasi 17 penumpang selamat.
- Meratus Project 3 mengevakuasi 13 penumpang selamat dan 1 meninggal dunia.
- Prakarsa Mas mengevakuasi 7 penumpang selamat.
- SC Aila XVII mengevakuasi 7 penumpang selamat.
- Icon Daniel mengevakuasi 1 penumpang meninggal dunia.
- Selaras Mas mengevakuasi 7 penumpang selamat.
- British Mentor mengevakuasi 2 penumpang selamat.
Konteks dan Tindak Lanjut
Kebakaran kapal di perairan Madura ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antarinstansi dalam penanganan kecelakaan laut. Kantor SAR Surabaya bersama dengan Syahbandar Tanjung Perak serta kapal-kapal di sekitar lokasi bergerak cepat untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan penumpang.
Pemerintah dan instansi terkait diharapkan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kebakaran dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Penanganan korban dan dukungan bagi keluarga yang terdampak juga menjadi prioritas utama.














Tinggalkan Balasan