Media Kampung – Warga Blora kembali menggelar aksi protes dengan memblokade Jalan Randublatung-Cepu, Kamis (4/6/2026). Mereka membawa pohon pisang dan berorasi menuntut perbaikan jalan yang rusak parah. Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi serupa pada Ahad (31/5/2026) saat warga menanam pohon pisang di lubang-lubang jalan.

Pemicu kemarahan warga adalah alokasi anggaran perbaikan jalan sebesar Rp5,2 miliar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut Exi Agus Wijaya, salah satu peserta aksi, dana tersebut hanya cukup untuk memperbaiki jalan sepanjang 500 meter, sementara panjang jalan yang rusak mencapai 2,6 kilometer. “Itu sangat tidak cukup. Hanya 500 sampai 600 meter. Padahal sepanjang jalan ini itu 2,6 km. Masih sangat kurang sekali,” ujarnya di sela aksi.

Warga juga mengkritik Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang dianggap menyepelekan kondisi jalan. Rizki, warga lainnya, mengancam akan mengirim satu pikap buah pisang ke kantor gubernur jika perbaikan tidak segera dituntaskan. “Harapannya tuntas, jangan cuma 500 meter. Itu ibaratnya nyicil, jadi jangan kredit, jangan dicicil,” tegasnya.

Menanggapi aksi tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menginstruksikan perubahan APBD 2026 untuk memprioritaskan perbaikan jalan, termasuk Jalan Randublatung-Cepu. “Bahkan September nanti, kita ubah terkait dengan anggaran perubahan. Jalan-jalan yang belum maksimal, kita maksimalkan,” katanya di Semarang, Kamis (4/6/2026).

Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro sebelumnya mengakui bahwa anggaran pemeliharaan dan perbaikan jalan tahun ini menurun drastis. Pada 2025, anggaran mencapai hampir Rp1 triliun, namun tahun ini hanya sekitar Rp320 miliar untuk 2.440,12 kilometer jalan provinsi. “Kondisi alokasi di kita yang berkurang sangat jauh kan, akhirnya kita enggak bisa berbuat banyak,” ujarnya.

Sementara itu, warga Randublatung berencana melanjutkan aksi jika tidak ada kejelasan. Novia Fatmawati, warga Kelurahan Randublatung, mendukung aksi protes dan berharap jalan segera mulus. “Kan sama-sama bayar pajak, kita kepingin juga ikut merasakan,” katanya. Kerusakan Jalan Randublatung-Cepu sudah berlangsung lebih dari lima tahun dan membahayakan pengendara, terutama sepeda motor yang kerap melintas di antara truk-truk besar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.