Media Kampung – Insiden kebakaran yang menghebohkan terjadi pada Sabtu, 30 Mei 2026, ketika bus PO Palala jurusan Jakarta-Padang terbakar di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Pal 11, Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB, dan beruntung semua penumpang berhasil selamat dari kobaran api yang melalap bus tersebut.

Bus yang terbakar adalah unit Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan nomor polisi BA 7035 PU. Menurut informasi yang dihimpun, saat kejadian, bus tersebut sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Padang dan mengangkut sebanyak 38 penumpang. Kejadian bermula ketika sopir menyadari adanya asap dan percikan api yang berasal dari bagian belakang bus.

Kapolsek Bayung Lencir, AKP Tiyan Talingga, menjelaskan bahwa percikan api diduga berasal dari ban atau roda belakang bus. Begitu asap mulai terlihat, penumpang dan awak bus segera dievakuasi dengan cepat. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Semua penumpang dan awak bus berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar,” ungkapnya.

Api yang cepat membesar membuat seluruh badan bus hangus terbakar. Upaya pemadaman dilakukan oleh anggota Polsek dan tim pemadam kebakaran setempat, yang membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk memadamkan api. Meskipun semua penumpang selamat, banyak barang berharga milik mereka yang tidak sempat diselamatkan dan ikut terbakar.

“Proses evakuasi dilakukan dengan baik, dan kami bersyukur atas keselamatan semua penumpang. Namun, beberapa barang berharga mereka tidak dapat diselamatkan,” tambah Tiyan.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat melakukan perjalanan jauh dengan bus. Dalam situasi darurat, tindakan cepat dan terukur sangat diperlukan untuk mencegah korban jiwa. Penumpang yang beruntung selamat dari bus PO Palala jurusan Jakarta-Padang terbakar ini kini bisa menceritakan pengalaman mengejutkan mereka.

Meski tidak ada luka-luka yang dilaporkan, trauma akibat pengalaman tersebut mungkin akan membekas pada para penumpang. Pihak manajemen bus diharapkan dapat melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap prosedur keselamatan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Dengan kejadian ini, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk selama perjalanan. Selalu periksa kondisi kendaraan sebelum memulai perjalanan jauh.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.