Media Kampung, Gempa bumi berkekuatan 7,3 magnitudo mengguncang lepas pantai negara bagian Chiapas, Meksiko selatan, pada Jumat (17/6/2026). Guncangan turut dirasakan di Guatemala dan El Salvador, memicu peringatan tsunami di wilayah pesisir.
Menurut Survei Geologi AS (USGS), gempa terjadi pada kedalaman 15,2 kilometer. Pusat gempa berada di dekat pantai Chiapas, sekitar 300 kilometer dari perbatasan Guatemala.
Sistem Peringatan Tsunami AS menyatakan bahwa gelombang tsunami mungkin terjadi di sepanjang pantai dalam radius 300 kilometer dari pusat gempa. Ketinggian gelombang diperkirakan antara 0,3 hingga 1 meter di atas permukaan air pasang, terutama di beberapa pantai Meksiko dan Guatemala.
Sekretaris Angkatan Laut Meksiko, Raymundo Morales, mengatakan dalam konferensi pers bahwa permukaan air laut diperkirakan tidak naik lebih dari setengah meter. “Tidak ada masalah, tidak ada dampak maritim yang serius. Kami hanya memperkirakan beberapa pantai akan mengalami kenaikan permukaan air hingga setengah meter akibat efek tsunami dari gempa bumi,” ujarnya. Meski begitu, pihak berwenang tetap menyarankan warga untuk menjauhi pantai untuk sementara waktu.
Serangkaian gempa susulan berkekuatan 5 dan 6 magnitudo juga dilaporkan terjadi di Meksiko, Guatemala, dan El Salvador. Belum ada laporan kerusakan berarti akibat gempa utama maupun gempa susulan.
Dampak di Guatemala dan El Salvador
Di Guatemala, gempa menyebabkan kepanikan di ibu kota Guatemala City. Sejumlah warga dilaporkan berlarian keluar rumah dan gedung saat guncangan terjadi. Media lokal menayangkan proses evakuasi di gedung-gedung pemerintah setelah protokol keamanan diaktifkan.
Alexander Valdez, seorang akuntan berusia 29 tahun, mengaku sangat ketakutan. “Saya sangat takut dan itu mengingatkan saya pada gempa bumi baru-baru ini di Venezuela. Jadi saya lari keluar dan turun tangga karena saya tinggal di lantai delapan. Guncangan tidak berhenti,” katanya.
Adolfo Zacarias, pekerja layanan pelanggan berusia 43 tahun yang tinggal di lantai tiga, mencari perlindungan di bawah pilar bangunan saat guncangan dimulai. “Saya pikir ingatan tentang apa yang baru saja terjadi di Venezuela kembali menghantui kami dan itu sangat menakutkan,” ujarnya.
Venezuela sebelumnya diguncang dua gempa bumi pada 24 Juni 2026, berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo, yang meruntuhkan bangunan di Caracas dan daerah pesisir. Peristiwa itu masih segar dalam ingatan warga Guatemala.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan infrastruktur di Meksiko, Guatemala, maupun El Salvador. Pihak berwenang terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.























Tinggalkan Balasan