Media Kampung – Banjir yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai menunjukkan penurunan ketinggian air setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Minggu malam. Peristiwa ini menyebabkan genangan air yang cukup mengganggu aktivitas warga di beberapa titik, terutama di Kecamatan Batangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi disebabkan oleh jebolnya aliran sungai dan tanggul di beberapa lokasi. Meskipun air sudah mulai surut, genangan air masih ditemukan di Desa Ketitang Wetan, Raci, dan Ngening. Kondisi ini menjadi perhatian utama dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.
Selain faktor curah hujan tinggi, Martinus juga menyebut adanya fenomena rob yang menghambat aliran air sungai menuju laut. Fenomena ini menyebabkan air dari Sungai Gedong dan Sungai Kaliombo tidak dapat mengalir dengan lancar, sehingga memperparah kondisi banjir di beberapa titik. Ketinggian air yang tercatat saat ini bervariasi antara 10 sampai 50 sentimeter, tergantung lokasi.
Penanganan banjir terus dilakukan oleh BPBD, termasuk penguatan tanggul yang mengalami kerusakan. Wilayah Batangan menjadi fokus utama karena masih menghadapi kendala akibat tingginya muka air. Meski demikian, tidak ada laporan warga yang mengungsi, mereka memilih bertahan di rumah masing-masing dengan kondisi logistik yang cukup dan aman.
Martinus juga memastikan bahwa kebutuhan dasar warga dalam menghadapi banjir tetap terpenuhi dengan baik. Selain itu, warga yang mengalami gangguan kesehatan pasca banjir mendapat penanganan medis yang memadai. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak bencana tersebut.
Kondisi banjir di Pati yang mulai surut menjadi sinyal positif untuk pemulihan dan normalisasi aktivitas masyarakat. Pihak berwenang terus memonitor situasi dan melakukan langkah-langkah preventif untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, terutama saat musim hujan dan fenomena rob masih berpotensi terjadi.
Secara keseluruhan, upaya bersama antara pemerintah, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengatasi banjir dan mengurangi risiko dampak lebih luas. Kondisi yang semakin membaik diharapkan dapat segera mengembalikan aktivitas normal di wilayah terdampak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan