Media Kampung – BPBD Pasuruan mengirim truk tangki air bersih ke Desa Kedungrejo pada Senin 4 Mei untuk mengatasi kesulitan warga memperoleh air minum setelah pompa sumber terganggu.
Unit truk tersebut tiba di desa pada pagi hari, menandai langkah jemput bola pertama sejak muncul keluhan warga tentang krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyatakan pengiriman bersifat situasional dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga setempat.
Sugeng menambahkan bahwa kerusakan pada pompa air Umbulan menghentikan distribusi ke rumah‑rumah, memaksa pihaknya mengirimkan air melalui truk tangki.
“Kami menyalurkan air bersih ke Desa Kedungrejo khusus untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga. Ini disebabkan adanya kerusakan pada pompa air, sehingga distribusi air ke rumah‑rumah terhenti,” ujar Sugeng Hariyadi.
BPBD mencatat wilayah lain yang biasanya rawan kekeringan belum menerima pasokan rutin karena intensitas hujan masih tinggi di sebagian Kabupaten Pasuruan.
“Untuk wilayah lain belum dimulai pengirimannya, masih memantau perkembangan cuaca karena saat ini hujan pun masih sering turun,” tambahnya.
Warga Asyari (48), yang mengaku sangat terbantu, menjelaskan bahwa pompa sumber Umbulan sudah rusak selama beberapa hari sehingga mereka kebingungan mencari air.
“Sangat berterima kasih ada bantuan air ini. Pompa dari sumber Umbulan rusak sudah beberapa hari, jadi warga sempat kebingungan mau ambil air di mana,” ungkap Asyari.
Kedatangan truk tangki disambut sorak gembira dan rasa lega, karena keluarga dapat mencuci, memasak, dan minum dengan air yang telah terjamin kebersihannya.
Meskipun bantuan bersifat darurat, BPBD menegaskan bahwa status tanggap darurat kekeringan belum secara resmi diumumkan oleh pemerintah daerah.
Instansi tersebut mengimbau masyarakat melaporkan segala kendala distribusi air, baik yang dipicu alam maupun kerusakan teknis, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Latar belakang masalah berakar pada musim kemarau yang memperparah kekurangan air di beberapa wilayah Pasuruan, sementara curah hujan tidak merata.
BPBD Pasuruan secara rutin memantau kondisi cuaca, kesiapan infrastruktur, dan potensi bencana agar dapat menanggapi secara cepat bila situasi memburuk.
Dengan truk tangki yang kini berada di Kedungrejo, harapan warga untuk mendapatkan pasokan air stabil meningkat, sementara otoritas menyiapkan langkah lanjutan bila kebutuhan meluas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan