Media Kampung – Prancis melaju ke final Thomas Cup 2026 setelah mengalahkan India dengan skor bersih 3-0 di Horsens, Denmark, Sabtu (2/5), menegaskan dominasi tim Eropa dalam turnamen bergengsi tersebut.
Partai pertama dimenangkan oleh Christo Popov yang mengalahkan Ayush Shetty 21-11, 21-9 dalam 39 menit, memberikan Prancis keunggulan awal. Alex Lanier, yang menurunkan partai kedua, mengungkapkan kekecewaannya karena tidak dapat bertemu langsung dengan Shetty, menyebut hal itu sebagai bagian dari strategi India untuk menghambat Prancis.
Lanier kemudian menghadapi Kidambi Srikanth, pemain senior India, dan berhasil menutup pertandingan dengan skor 21-16, 21-18, menambah keunggulan tim menjadi 2-0. Sementara itu, Alwi Farhan, rekan seangkatan Lanier, menyatakan rasa kecewa atas taktik India yang menurutnya merugikan peluang interaksi antar pemain.
Partai ketiga mempertemukan Toma Junior Popov melawan H.S. Prannoy. Laga berjalan ketat, dengan Prannoy memimpin 7-2 pada gim pertama sebelum Popov mengejar hingga skor imbang 19-19. Popov kemudian mencetak dua poin beruntun dan menutup gim pertama 21-19.
Pada gim kedua, Popov memanfaatkan serangan tajamnya, membuka keunggulan 11-6 dan mempertahankan selisih lima poin hingga 20-15. Setelah melewatkan match point pertama, ia kembali mengamankan kemenangan 21-15, sehingga Prancis menutup skor 3-0 atas India.
Hasil ini memastikan Prancis melaju ke partai final Thomas Cup 2026, sementara India harus bersaing untuk medali perunggu. Kemenangan tiga straight ini menegaskan kedalaman skuad Prancis, yang kini menunggu lawan di final.
Menurut laporan CNN Indonesia, Christo Popov tampil “ciamik” dalam duel melawan Shetty, menandakan persiapan fisik dan taktik tim Prancis berada pada puncak. Sementara Lanier, yang masih berusia 19 tahun, menunjukkan ketangguhan melawan pemain berpengalaman seperti Srikanth, menambah reputasinya di kancah internasional.
Turnamen Thomas Cup 2026 sendiri digelar di Horsens, Denmark, dengan partisipasi 16 negara. Prancis, yang sebelumnya belum pernah menembus final, kini menargetkan gelar pertama mereka dalam sejarah kompetisi ini.
Kekhawatiran India mengenai taktik menghindari pertemuan antara Lanier dan Shetty menambah dimensi politik dalam olahraga, mencerminkan persaingan ketat di antara federasi badminton Asia dan Eropa. Sementara itu, Alwi Farhan menekankan pentingnya sportivitas dan dialog antar pemain, meski kecewa dengan langkah taktis lawan.
Dengan final yang akan digelar pada akhir minggu ini, sorotan kini beralih pada duel antara Prancis dan lawan potensial lainnya, sementara India mempersiapkan laga perunggu untuk mengamankan posisi podium.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan