Media Kampung – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera mengerahkan alat berat untuk mempercepat penanganan dampak banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Fokus utama penanganan adalah pemulihan akses jalan, normalisasi sungai, dan perbaikan infrastruktur sumber daya air guna mengurangi risiko bencana susulan.

Banjir yang terjadi di wilayah Lintau Buo disebabkan oleh curah hujan tinggi yang memicu meluapnya beberapa sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri, seperti Batang Tampo, Batang Piubuh, Batang Kawai, dan beberapa sungai lainnya. Kondisi ini diperburuk oleh sedimentasi dan penyempitan alur sungai yang menghambat aliran air.

Bencana tersebut berdampak pada tujuh kecamatan, meliputi Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Tanjung Emas, Padang Ganting, Salimpaung, Sungai Tarab, dan Tanjung Baru. Kerusakan yang terjadi mencakup 12 ruas jalan dengan kerusakan berat, 13 ruas jalan rusak ringan, enam jembatan putus, serta gangguan pada jaringan irigasi, dam parit, pompa air, rumah ibadah, dan permukiman warga.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan irigasi dan jalan yang mengalami kerusakan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat berdasarkan Instruksi Presiden. Ia menambahkan bahwa perbaikan irigasi menjadi prioritas mengingat saat ini telah memasuki musim tanam.

Untuk mendukung penanganan darurat, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang telah menurunkan tiga unit excavator serta menyediakan material bronjong dan pipa HDPE. Langkah ini diarahkan pada normalisasi alur sungai, penguatan tebing yang tergerus, serta pemulihan fungsi infrastruktur sumber daya air agar potensi banjir susulan dapat diminimalkan.

Penanganan bencana ini menjadi penting karena infrastruktur yang rusak sangat berpengaruh pada aktivitas masyarakat dan pertanian di Tanah Datar. Menteri Dody berharap kerja sama semua pihak dapat mempercepat pemulihan sehingga kondisi normal dapat segera terwujud.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.