Media Kampung – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) melakukan pertemuan penting dengan Pewarta Foto Indonesia (PFI) untuk memperkuat kapasitas para fotografer profesional Indonesia. Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menekankan upaya memperluas akses pembiayaan dan dukungan agar karya fotografi jurnalistik nasional dapat menembus panggung internasional.
Dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Menparekraf menyatakan bahwa subsektor fotografi memiliki posisi strategis dalam industri kreatif. Fotografi tidak hanya berperan sebagai media dokumentasi dan jurnalistik, tetapi juga memiliki potensi ekonomi besar melalui kolaborasi lintas sektor yang dapat membuka lapangan kerja berkualitas dan menarik investasi.
Kementerian Ekraf telah aktif mendukung pengembangan subsektor fotografi dengan berbagai kegiatan, seperti memfasilitasi pameran foto “Rekam Jakarta” di Cemara 6 Galeri Menteng pada Agustus 2025 dan turut serta dalam pembukaan pameran foto Satu Dekade PFI Bogor pada September 2025. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di bidang fotografi.
Menparekraf menegaskan komitmen berkolaborasi lebih intens dengan PFI agar para fotografer berbakat dari berbagai daerah dapat naik kelas ke tingkat nasional dan kemudian meraih kesempatan tampil di pameran internasional. Melalui kerja sama tersebut, karya-karya berkualitas dapat dikurasi dengan baik untuk memperkuat ekosistem fotografi jurnalistik dan memberikan dukungan nyata bagi pengembangan ekonomi kreatif subsektor ini.
Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia, Dwi Pambudo, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kementerian Ekraf dan PFI. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme fotografer, serta mengembangkan ekosistem fotografi jurnalistik di Indonesia. PFI telah berperan aktif dalam menghasilkan karya foto jurnalistik yang diakui di tingkat global, termasuk ajang bergengsi seperti World Press Photo.
Organisasi Pewarta Foto Indonesia sendiri berdiri sejak Maret 1992 dengan nama Focus dan resmi menjadi PFI pada Desember 1998. Saat ini, PFI memiliki sekitar 800 anggota yang tersebar di 21 kota di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Timika, yang terus berkontribusi dalam mengembangkan fotografi jurnalistik nasional.
Dwi Pambudo berharap ke depan dapat terwujud pameran atau kompetisi fotografi tingkat nasional yang nyata dan berkelanjutan. Ia melihat kesempatan besar dari dukungan Kementerian Ekraf untuk membangun ekosistem yang lebih kuat bagi fotografi jurnalistik di tanah air.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf didampingi oleh Direktur Penerbitan dan Fotografi Iman Santosa, Kepala Biro Komunikasi Kiagoos Irvan Faisal, serta tenaga ahli di bidang media dan opini publik. Sementara dari PFI hadir Sekretaris Jenderal Galih Pradipta serta perwakilan dari beberapa daerah seperti Bogor, Tangerang, dan Jakarta.
Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan fotografi jurnalistik Indonesia agar dapat bersaing di panggung dunia sekaligus memperkuat kontribusi subsektor fotografi dalam ekonomi kreatif nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan