Media KampungGempa bumi berkekuatan 5,9 magnitudo mengguncang kawasan Manado dan sekitarnya pada Jumat pagi, tepatnya pukul 08.05 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas deformasi pada Lempeng Laut Maluku.

Episenter gempa berada di laut, sekitar 117 kilometer arah tenggara Kota Bitung, dengan kedalaman 38 kilometer. Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa mekanisme pergerakan gempa adalah geser naik.

Dampak dari gempa terasa cukup kuat di Pulau Batang Dua, dengan skala intensitas III-IV MMI, di mana banyak orang merasakan getaran saat berada di dalam rumah. Guncangan juga dirasakan di daerah Sofifi, Halmahera Barat, Tidore, dan Kota Manado dengan intensitas II-III MMI, yang membuat warga merasa seakan ada truk besar yang lewat.

Sementara itu, BMKG mencatat hingga pukul 08.20 WIB, belum ada aktivitas gempa susulan yang terdeteksi. Meski demikian, pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan.

Gempa ini menambah catatan aktivitas seismik yang terjadi di Sulawesi Utara, di mana sebelumnya, BMKG melaporkan terjadi beberapa gempa lain dalam rentang waktu yang sama. Walaupun tingkat guncangan cukup terasa, hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan yang signifikan akibat peristiwa ini.

Pihak BMKG terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Dalam situasi seperti ini, kewaspadaan dan pemahaman yang tepat mengenai potensi gempa sangat penting bagi keselamatan bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.