Media KampungKementerian Pariwisata telah menyelesaikan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 dengan menyiapkan skema kinerja khusus untuk 10 destinasi pariwisata prioritas. Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi lintas sektor dan mendukung pertumbuhan pariwisata nasional yang berkualitas serta berkelanjutan.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menjelaskan bahwa Kemenpar telah menyusun Matriks Tindak Lanjut 2026 yang mengintegrasikan berbagai kegiatan lintas kementerian dan lembaga. Selain itu, terdapat penguatan kerja sama melalui MoU dan Rencana Aksi Bersama sebagai langkah cepat dalam mendukung pengembangan destinasi prioritas tersebut.

Target yang ditetapkan pada Rakornas ini cukup ambisius, meliputi 16 hingga 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara, 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara, serta devisa pariwisata yang diproyeksikan mencapai 22 sampai 24,7 miliar dolar AS. Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga ditargetkan sebesar 4,6 hingga 4,7 persen.

Ni Luh Puspa menegaskan bahwa target-target ini bukan sekadar angka statistik, melainkan mencerminkan peluang terbukanya lapangan pekerjaan untuk jutaan masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan kebanggaan nasional terhadap sektor pariwisata. Ia juga menekankan perlunya percepatan implementasi Undang-Undang Kepariwisataan dan kerangka RIPPARNAS sebagai dasar pengembangan pariwisata ke depan.

Selain itu, dalam Rakornas turut ditekankan pentingnya keberlanjutan melalui Deklarasi Gerakan Keberlanjutan yang mencakup penghitungan jejak karbon dan pengelolaan pariwisata berbasis konservasi. Hal ini menunjukkan kesiapan Indonesia untuk memimpin pariwisata dunia yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya turut hadir dan menyoroti pentingnya kolaborasi serta penyelarasan visi antar pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pariwisata. Kemendagri berkomitmen membantu mengatasi hambatan terkait infrastruktur, budaya, hospitality, dan city branding, serta akan meninjau regulasi yang menghambat pengembangan sektor pariwisata di daerah.

Ketua Panitia Rakornas Pariwisata 2026, Frans Teguh, menyebut hasil Rakornas akan menjadi dokumen hidup yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan program strategis oleh Kementerian Pariwisata dan mitra terkait. Sinergi dengan berbagai pihak akan terus dioptimalkan demi menciptakan ekosistem pariwisata nasional yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Dengan adanya skema kinerja dan kolaborasi lintas sektor yang diperkuat, diharapkan 10 destinasi pariwisata prioritas dapat berkembang pesat dan memberikan dampak positif yang luas bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.