Media Kampung – Nasa mengumumkan bahwa selama tahun 2025, Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) berhasil menyelesaikan lebih dari 750 investigasi ilmiah. Penelitian ini tidak hanya berfokus pada eksplorasi Bulan dan Mars, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi pemahaman tentang Bumi.

Salah satu riset menarik yang dilakukan adalah uji coba sistem bedah robotik mini di lingkungan mikrogravitasi. Hasilnya menunjukkan bahwa prosedur medis jarak jauh dapat dilaksanakan dengan presisi meskipun ada jeda komunikasi dengan Bumi.

Selain itu, NASA juga menyoroti penggunaan bioprinter 3D yang memanfaatkan levitasi magnetik untuk menciptakan struktur jaringan tulang sintetis. Penelitian ini menemukan bahwa hasil yang diperoleh memiliki kemampuan regenerasi jaringan yang lebih baik dibandingkan dengan hasil yang didapat di Bumi.

Dalam upaya memahami ketahanan material, NASA menguji berbagai jenis pelindung radiasi di luar angkasa selama enam bulan. Material berbasis melanin jamur menunjukkan ketahanan yang paling tinggi terhadap radiasi, yang berpotensi digunakan untuk melindungi astronaut selama misi jangka panjang.

Dari sektor energi, NASA bersama dengan JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency) berhasil menguji baterai lithium ion solid-state selama 434 hari di luar angkasa. Baterai tersebut menunjukkan stabilitas dengan penurunan kapasitas hanya sekitar dua persen, menjadikannya kandidat yang baik untuk misi ke Bulan dan Mars.

Studi lain juga dilakukan untuk menilai dampak penerbangan luar angkasa terhadap kemampuan astronaut setelah kembali ke Bumi. Simulasi pendaratan menunjukkan adanya penurunan kemampuan navigasi dan kontrol pesawat setelah misi yang berlangsung lama.

European Space Agency turut berkontribusi dengan penelitian mengenai fenomena listrik yang terjadi di atas badai petir, seperti sprites dan blue jets. Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang atmosfer atas serta membantu dalam pengembangan sistem prediksi cuaca ekstrem dan komunikasi satelit.

Dengan lebih dari 750 penelitian yang dilakukan, ISS terus menjadi pusat inovasi dan penelitian yang berkontribusi pada ilmu pengetahuan dan teknologi, baik untuk misi luar angkasa maupun untuk kehidupan di Bumi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.