Media Kampung – Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, mengungkap hasil investigasi awal terkait kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur. Dalam penjelasannya, KNKT memfokuskan pada kendaraan listrik taksi Green SM yang terlibat dalam insiden tersebut.

Data dari unit onboard kendaraan dengan plat B 2864 SBX menunjukkan taksi tersebut melaju dari arah utara menuju selatan dan sempat berhenti di jalur rel dengan kemiringan sekitar 2,9 persen. Menurut Soerjanto, tidak ada rekaman sistem error dalam satu jam sebelum kejadian yang terekam pada unit tersebut.

Pengunduhan data dari onboard unit mengungkap kronologi pergerakan taksi sebelum kecelakaan. Awalnya, kendaraan berjalan normal dengan transmisi pada posisi D dan kecepatan sekitar 15 km/jam saat menurun. Namun, saat melintasi perlintasan sebidang, pengemudi berupaya menekan pedal gas hingga 25 persen tetapi mobil tidak bergerak karena transmisi sudah berpindah ke posisi netral (N).

Meski pengemudi terus menekan gas hingga 51 persen, kendaraan tetap diam dan akhirnya berhenti tepat di atas rel kereta. Investigasi juga mencatat bahwa pengemudi sempat mengembalikan transmisi ke posisi D, namun transmisi kemudian berpindah ke posisi P atau parkir. Dalam kondisi tersebut, pengemudi masih mencoba menekan gas tanpa hasil, sehingga mobil tidak bergerak.

Insiden ini mendapat perhatian serius dari Komisi V DPR RI yang menggelar rapat kerja bersama KNKT dan Kementerian Perhubungan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak terkait, menekankan perlunya evaluasi dan perbaikan sistem keselamatan transportasi.

Soerjanto juga menyampaikan bahwa hasil investigasi ini masih bersifat awal dan proses penyelidikan akan terus berlanjut untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kecelakaan secara lengkap. KNKT berkomitmen memberikan rekomendasi yang tepat untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Kecelakaan yang melibatkan kereta Argo Bromo Anggrek dan taksi listrik ini menjadi sorotan nasional karena dampaknya terhadap keselamatan penumpang dan kelancaran transportasi di wilayah Bekasi Timur. Pemerintah dan lembaga terkait kini fokus pada penanganan pasca insiden dan peningkatan sistem pengamanan perlintasan kereta api di seluruh Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.