Media Kampung, Jakarta — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie memastikan kolaborasi antara Universitas Indonesia (UI) dan Tsinghua University dalam pengembangan vaksin dengue berbasis mRNA menjadi langkah strategis memperkuat ekosistem riset nasional. Kerja sama ini mencerminkan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan sains, teknologi, dan inovasi.

Menurut Stella, pembentukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi yang terpisah merupakan keputusan tepat Presiden Prabowo untuk mengubah lanskap sains di Indonesia. “Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil nyata dalam waktu singkat, sekitar satu setengah tahun,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.

Pemerintah telah meningkatkan anggaran riset tahun 2025 hingga dua kali lipat sebagai wujud komitmen memperkuat inovasi nasional. Presiden Prabowo juga aktif menghadiri berbagai forum sains dan teknologi untuk mendorong kemajuan riset Indonesia.

Stella mengapresiasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin atas dukungan terhadap pemanfaatan data dan riset. Keterbukaan tersebut, kata dia, memperkuat sistem kesehatan nasional sekaligus mendorong lahirnya kebijakan berbasis bukti ilmiah.

Kolaborasi UI-Tsinghua disebut sebagai pencapaian penting bagi penguatan riset Indonesia. Tsinghua sangat selektif dalam memilih mitra, sehingga kerja sama ini mencerminkan kepercayaan terhadap kapasitas riset UI. Pengembangan vaksin dengue berbasis mRNA telah dimulai sejak 2023.

“Meski berlatar ilmuwan kognitif, saya berupaya menjembatani kolaborasi Tsinghua University dengan Indonesia agar riset berkembang,” ujar Stella.

Stella juga menekankan pentingnya keterlibatan industri dalam keberhasilan riset. Ia mengapresiasi PT Etana yang mendukung kolaborasi sejak awal hingga membuka peluang hilirisasi riset menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat. “Ini komitmen dari Presiden. Namun akan lebih banyak hal seperti ini yang akan datang,” pungkasnya.