Media Kampung – Real Betis berhasil meraih kemenangan penting 2-1 atas Villarreal dalam lanjutan LaLiga, memperkuat posisi mereka di papan atas klasemen. Di sisi lain, Ez Abde, pemain sayap asal Maroko yang membela Real Betis, menegaskan sikapnya untuk tidak meminta maaf setelah mengenakan kaus dukungan bagi penduduk Ceuta yang menuai kontroversi di media sosial.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio de la Ceramica tersebut, Real Betis mencetak dua gol melalui Cucho Hernández dan Natan, mengamankan posisi mereka di peringkat kedua LaLiga dengan 12 poin, sejajar dengan Real Madrid dan hanya tertinggal oleh Barcelona yang memimpin klasemen dengan 15 poin. Sementara itu, Villarreal masih mengalami kesulitan meraih kemenangan dan menempati posisi ke-18 dengan dua poin dari lima pertandingan.

Baca juga:

Ez Abde, yang lahir di Beni Mellal, Maroko, dan pindah ke Spanyol saat berusia tujuh tahun, menjadi sorotan setelah memakai kaus bertuliskan “Todos somos caballas” (Kami semua adalah Caballas), sebuah slogan solidaritas bagi komunitas Ceuta, sebuah wilayah enclave Spanyol di Afrika Utara yang mengalami gelombang migrasi besar-besaran dari Maroko. Abde menerima kritik keras di media sosial setelah penampilannya dengan kaus tersebut sebelum pertandingan.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial, Abde menegaskan bahwa kaus tersebut bukanlah sebuah pernyataan politik atau penghinaan terhadap rakyat Maroko, melainkan bentuk dukungan sosial untuk komunitas Ceuta. Ia juga menolak untuk meminta maaf dan menegaskan cintanya kepada negaranya, sambil menyatakan akan tetap menjalani hari-harinya dengan kepala tegak.

Baca juga:

Real Betis dan LaLiga telah memberikan dukungan kepada Abde setelah pernyataannya tersebut, menegaskan pentingnya solidaritas sosial dalam komunitas sepak bola dan masyarakat luas.

Kemenangan Real Betis atas Villarreal menandai kelanjutan performa positif mereka, setelah sebelumnya mengalahkan Real Madrid 1-0 dan meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Lille di Liga Champions, kompetisi yang mereka ikuti untuk pertama kalinya sejak 2005.

Baca juga:

Villarreal saat ini masih berjuang di dasar klasemen LaLiga dan menghadapi tantangan berat ke depan untuk memperbaiki performa mereka, termasuk pertandingan berikutnya melawan Málaga CF yang juga sedang berusaha keluar dari zona degradasi.