Media Kampung – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Blegur Prijanggono, menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Kota Surabaya yang akan menjadikan buku Bung Karno Aku Arek Suroboyo sebagai materi pembelajaran bagi siswa SD dan SMP. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat pendidikan moral di tengah tantangan yang dihadapi Generasi Z.
Blegur menilai bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Bung Karno dapat menjadi benteng moral bagi generasi muda, terutama dalam menghadapi fenomena fear of missing out (FOMO) yang banyak dialami kalangan Gen Z. “Saat ini yang dialami kalangan Gen Z adalah hal itu. Maka dibutuhkan benteng untuk nilai-nilai tersebut, sehingga perlu nilai-nilai ajaran Bung Karno sebagai bentengnya,” ujarnya, Kamis (27/2/2026).
Menurut Blegur, penguatan etika dan moral menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan zaman. Ia menyebut sebagian generasi muda mulai mengalami penurunan dalam pendidikan moral, sehingga materi yang memuat pemikiran Bung Karno diharapkan mampu memberikan tambahan nilai positif bagi peserta didik. “Pada prinsipnya ini baik-baik saja, mengingat Bung Karno juga pernah menjadi presiden pertama kita. Namun yang paling penting sebenarnya adalah penguatan etika dan moral yang harus ditingkatkan saat ini,” tambahnya.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan rencana memasukkan buku Bung Karno Aku Arek Suroboyo sebagai materi pembelajaran bagi siswa SD dan SMP di Kota Pahlawan. Menurut Eri, pemahaman terhadap sejarah bangsa penting ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki landasan yang kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia tidak ingin generasi mendatang kehilangan arah dalam memahami nilai-nilai kebangsaan.
Melalui rencana penerapan Buku Ajar Bung Karno di sekolah, Pemkot Surabaya berharap pembelajaran sejarah tidak hanya memperkaya wawasan siswa, tetapi juga memperkuat karakter, etika, dan kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan para pendiri bangsa. Blegur juga menyoroti bahwa tren yang berkembang di kalangan generasi muda saat ini tidak selalu sejalan dengan etika maupun kearifan lokal, khususnya di kawasan timur Indonesia. Oleh sebab itu, ia memandang perlu adanya penguatan pendidikan moral atau pendidikan etika yang diterapkan di lingkungan sekolah.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





















Tinggalkan Balasan