Media Kampung – Akademisi dan Dewan Pendidikan Kota Surabaya mendorong perubahan paradigma bahwa belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Masa libur sekolah dinilai menjadi kesempatan bagi anak untuk memperkaya pengalaman melalui aktivitas bersama keluarga maupun pemanfaatan fasilitas publik, sehingga tidak didominasi penggunaan gawai.

Guru Besar Sosiologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Raden Roro Nanik Setyowati, mengungkapkan bahwa masyarakat selama ini masih memaknai belajar sebatas kegiatan di sekolah. Padahal, proses belajar dapat berlangsung di mana saja, termasuk selama libur sekolah.

“Belajar itu bukan hanya di dalam kelas. Anak-anak bisa memperkaya pengalaman melalui berbagai aktivitas di rumah maupun lingkungan sekitar. Menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik bersama keluarga dan membangun bonding dengan orang tua maupun saudara juga merupakan bagian dari proses belajar,” kata Prof. Nanik dalam Dialog Aspirasi RRI Surabaya, Kamis 25 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan sederhana bersama keluarga dapat menjadi alternatif bagi orang tua yang tidak memiliki anggaran untuk mengisi liburan dengan bepergian ke tempat wisata. Pengalaman yang diperoleh anak dari aktivitas sehari-hari tetap memiliki nilai pembelajaran.

Prof. Nanik juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengatur penggunaan gawai selama masa liburan. “Keluarga dapat membuat aturan penggunaan gadget agar anak memiliki batasan screen time. Dengan begitu, waktu liburan bisa dimanfaatkan untuk aktivitas yang lebih bermanfaat dan memperkaya pengalaman anak,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Prof. Sulikah Asmorowati yang akrab disapa Prof. Ika, menyatakan sependapat bahwa paradigma belajar perlu diubah. Menurutnya, sekolah bukan satu-satunya tempat bagi anak untuk memperoleh pengalaman belajar.

“Paradigma bahwa sekolah adalah satu-satunya tempat belajar perlu diubah. Kota ini dapat menjadi ruang belajar tanpa batas karena memiliki banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan anak-anak selama masa liburan,” ujar Prof. Ika.

Ia mengatakan Dewan Pendidikan Kota Surabaya telah berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, komite sekolah, dan satuan pendidikan untuk menyiapkan berbagai aktivitas edukatif beserta panduan bagi orang tua agar anak dapat menjalani liburan secara lebih bermakna.

“Kami bersama Dinas Pendidikan, komite sekolah, dan satuan pendidikan berupaya menghadirkan aktivitas yang positif bagi anak selama liburan. Harapannya, waktu libur tidak lebih banyak dihabiskan untuk berselancar di dunia maya atau menggunakan gadget,” katanya.

Selain itu, Dewan Pendidikan Kota Surabaya juga akan menggelar Rembuk Pendidikan pada Juli 2026 yang melibatkan sekitar 300 peserta dari unsur keluarga, komite sekolah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Melalui Rembuk Pendidikan, kami ingin merumuskan bersama kegiatan-kegiatan yang dapat mengisi masa liburan anak agar lebih bermanfaat dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan,” ucap Prof. Ika.

Kedua narasumber berharap masa libur sekolah tidak hanya dimanfaatkan sebagai waktu beristirahat, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anak untuk memperluas pengalaman belajar, memperkuat karakter, membangun kedekatan dengan keluarga, serta memanfaatkan berbagai fasilitas publik yang tersedia di Kota Surabaya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.