Media Kampung – Sebanyak 20 Fasilitator Daerah Literasi siap menjadi pelatih guru di Kabupaten Nias Utara setelah menyelesaikan Pelatihan Fasilitator Daerah Modul I Program Kreasi. Pelatihan yang berlangsung selama lima hari di TC Osseda, Kecamatan Lotu, resmi ditutup pada Sabtu (6/6/2026).
Para fasilitator daerah ini akan melatih dan mendampingi guru-guru di gugus masing-masing dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan literasi di Kabupaten Nias Utara. Sejak dibuka pada 2 Juni 2026, peserta mengikuti berbagai materi penting, mulai dari pengembangan profesional guru, pendidikan inklusif, disiplin positif, pembelajaran berbasis asesmen, hingga strategi pembelajaran literasi yang mencakup kosakata, kesadaran fonologis-fonik, kelancaran membaca, dan pemahaman.
Pada hari terakhir, peserta mengikuti simulasi fasilitasi dan praktik pembelajaran sebagai bentuk penguatan kapasitas sebelum menjalankan tugas di wilayah masing-masing. Para fasilitator daerah juga dibekali keterampilan memimpin pelatihan, mengelola dinamika kelompok, memberikan instruksi yang efektif, serta menyusun rencana tindak lanjut untuk pelaksanaan pendampingan guru.
Program Manager Kreasi Nias Utara, Yurli Zalukhu, memberikan apresiasi kepada para Pelatih Utama Daerah (PUD) yang telah mendampingi seluruh proses pelatihan. “Kami melihat para Pelatih Utama Daerah telah menjalankan tugasnya dengan sangat maksimal selama pelatihan ini. Selanjutnya, kami berharap para fasilitator daerah yang telah dilatih dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan literasi di Kabupaten Nias Utara,” ujarnya.
Menurut Yurli, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan melalui perubahan praktik pembelajaran di sekolah dan peningkatan kemampuan literasi peserta didik. Sementara itu, Pelatih Utama Daerah (PUD) Literasi, Justin Foera-era Lase, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dalam membangun ekosistem literasi yang lebih kuat di Nias Utara. “Selama lima hari ini para fasilitator daerah menunjukkan komitmen dan semangat belajar yang luar biasa. Kami berharap mereka dapat menjadi agen perubahan yang mampu melatih dan mendampingi guru-guru di gugus masing-masing sehingga praktik pembelajaran literasi semakin berkualitas dan berdampak bagi peserta didik,” katanya.
Noveri Amal Jaya Harefa juga mengapresiasi perkembangan peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, para fasilitator daerah telah menunjukkan peningkatan kemampuan baik dalam penguasaan materi maupun keterampilan fasilitasi. Acara penutupan secara resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Utara, Meiterima Hulu. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan sebagai bekal dalam mendampingi guru dan meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Ia menegaskan bahwa keberadaan fasilitator daerah menjadi bagian penting dalam mendukung program peningkatan literasi yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Nias Utara.
Pelatihan Fasilitator Daerah ini merupakan bagian dari Program Kreasi (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) yang dijalankan oleh Save the Children bersama Article 33 Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Nias Utara. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas guru dan pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan peserta didik. Dengan berakhirnya pelatihan ini, sebanyak 20 Fasilitator Daerah Literasi siap menjalankan perannya sebagai pendamping dan pelatih bagi guru-guru di wilayah masing-masing. Diharapkan, upaya tersebut dapat memperkuat budaya literasi di sekolah serta mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Nias Utara secara berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan