Media Kampung, Padang Dinas Kesehatan Kota Padang resmi memulai pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa di seluruh jenjang pendidikan. Program yang akan berlangsung hingga Agustus 2026 ini menyasar deteksi dini berbagai gangguan kesehatan pelajar, sehingga mereka dapat tumbuh sehat, berprestasi, dan berkontribusi pada visi Generasi Emas 2045.

Penanggung Jawab Klaster 2 Puskesmas Pauh, Dokter Lola Rahmadhesi, mengungkapkan bahwa pemeriksaan tahun ini dilakukan lebih menyeluruh dibandingkan sebelumnya. “Pelaksanaan CKG dilakukan bertepatan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), sehingga puskesmas di Kota Padang mulai turun langsung ke sekolah-sekolah,” ucapnya, Jumat (24/7/2026).

Baca juga:

Tahapan Pemeriksaan yang Komprehensif

Proses CKG dimulai dengan skrining mandiri untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit. Selanjutnya, petugas kesehatan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan, penilaian status gizi, pemeriksaan tekanan darah, serta pengecekan kesehatan mata dan telinga. Bila terdapat indikasi medis, pemeriksaan laboratorium seperti kadar hemoglobin (Hb) dan gula darah juga disertakan.

Lola menegaskan bahwa jadwal pemeriksaan disesuaikan dengan agenda sekolah agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Para tenaga kesehatan, kata dia, bisa langsung memperoleh gambaran kondisi siswa sekaligus mendeteksi dini. “Jika ada anak yang terindikasi gangguan kesehatan, dapat segera dirujuk untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Baca juga:

Kesehatan Fondasi Prestasi

Dalam keterangannya, Lola menekankan hubungan erat antara kesehatan dan kemampuan akademik. “Pada saat anak itu sehat, maka dia dapat menuntut ilmu dengan baik. Menuntut ilmu dengan baik tentu akan menjadikan anak-anak kita cerdas dan siap menjadi masa depan Indonesia,” tegasnya.

Apresiasi terhadap program ini datang dari Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Profesor Jamaris Jamna. Ia menilai CKG penting untuk menjaga kesehatan peserta didik, namun mengingatkan agar pelaksanaannya tetap menjaga efektivitas proses belajar di sekolah.

Baca juga:

“Saya mengimbau para orang tua agar mendampingi anak selama mengikuti CKG. Pendampingan ini penting agar hasil pemeriksaan dapat dipahami dengan baik, dan menjadi dasar bagi orang tua untuk mengambil langkah lanjutan apabila ditemukan kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan,” ujar Jamaris.

Dengan sinergi antara dinas kesehatan, sekolah, dan keluarga, program CKG diharapkan mampu menjadi fondasi awal menciptakan generasi pelajar yang sehat dan berdaya saing.