Media Kampung – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan prestasi membanggakan dengan berhasil meloloskan 30 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 yang memperoleh pendanaan penuh, sehingga menempatkan UNDIP di posisi keempat secara nasional.

Pengumuman resmi dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek mengonfirmasi capaian ini yang sekaligus menempatkan UNDIP sejajar dengan perguruan tinggi unggulan lain seperti UGM, Unhas, dan ITS dalam klaster mandiri papan atas. Prestasi ini semakin menegaskan komitmen UNDIP sebagai World Class University yang menyediakan lingkungan riset yang kompetitif dan inklusif untuk seluruh civitas akademika.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, memberikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa, dosen pembimbing, dan tim PKM Center atas kerja keras yang terjalin secara kolektif antar fakultas. Ia menegaskan bahwa pencapaian peringkat empat nasional ini merupakan hasil sinergi yang erat tanpa ada fakultas yang berjalan sendiri, sehingga seluruh disiplin ilmu saling memperkuat dalam harmoni yang solid.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi semangat awal yang kuat, terutama karena pada tahun 2026 UNDIP dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Keberagaman proposal PKM yang lolos pendanaan mencerminkan kekuatan inovasi mahasiswa UNDIP di berbagai bidang. Dari 30 proposal, mayoritas berasal dari skema PKM Riset Eksakta (PKM-RE) sebanyak 15 proposal yang fokus pada penelitian sains mendalam. Skema PKM Karsa Cipta (PKM-KC) yang berkaitan dengan teknologi tepat guna mengantongi 5 proposal, sementara 4 proposal berasal dari PKM Kewirausahaan (PKM-K) yang mendukung hilirisasi gagasan bisnis kreatif.

Selain itu, terdapat 2 proposal pada masing-masing skema PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), PKM Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), dan PKM Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) sebagai wadah solusi sosial dan digital kreatif. Hal ini menunjukkan keseimbangan inovasi dari riset laboratorium hingga pengembangan solusi sosial dan digital yang komprehensif.

Keberhasilan ini didukung oleh 146 mahasiswa yang terdiri dari 30 ketua tim dan 116 anggota, dengan pendampingan intensif dari 26 dosen. Sinergi lintas fakultas terlihat jelas dari keterlibatan mahasiswa dari berbagai bidang ilmu. Fakultas Teknik, Sains dan Matematika, serta Kedokteran menjadi basis riset utama dengan jumlah mahasiswa cukup besar.

Fakultas Peternakan dan Pertanian, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Sekolah Vokasi, Ilmu Budaya, dan Ekonomika dan Bisnis memberikan kontribusi pemikiran interdisipliner yang memperkuat gagasan inovatif. Rumpun Hukum dan Psikologi juga turut melengkapi tim dengan keterlibatan mahasiswa, sementara fakultas lain seperti Kesehatan Masyarakat dan Perikanan dan Ilmu Kelautan memberikan dukungan moral dan ekosistem riset yang inklusif.

Prof. Suharnomo menekankan bahwa prestasi ini bukan hanya angka, melainkan cerminan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang menjadi kekuatan utama UNDIP. Seluruh fakultas berperan setara dan saling mendukung sehingga menciptakan atmosfer berprestasi yang merata di kampus.

Dengan lolosnya 30 proposal PKM dan persiapan sebagai tuan rumah PIMNAS 2026, UNDIP semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang mampu memadukan riset dan inovasi lintas disiplin ilmu. Tahapan berikutnya adalah pengerjaan luaran program yang akan menjadi ujian nyata bagi para mahasiswa dan dosen pembimbing untuk mempertahankan kualitas dan prestise universitas.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi motivasi bagi civitas akademika UNDIP untuk terus mengukir prestasi di tingkat nasional dan internasional melalui kerja sama kolektif yang solid antar fakultas, serta pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.