Media Kampung – Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung sedang mempersiapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2026-2027. Fokus utama mereka adalah penerapan jalur zonasi yang lebih ketat guna memastikan pemerataan pendaftaran siswa baru.

Kepala Seksi Kelembagaan Bidang SD Disdik Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, menjelaskan bahwa SPMB untuk SD akan berlangsung secara offline, sementara untuk SMP akan dilakukan secara online. Keputusan ini diambil karena terbatasnya waktu persiapan untuk pelaksanaan pendaftaran online di jenjang SD.

“Rencana awal untuk SPMB SD dilakukan secara online, tapi kami tunda karena terbatasan waktu persiapan. Sehingga SPMB SD tetap offline,” ungkapnya pada 9 Mei 2026.

Pendaftaran SPMB jenjang SMP akan memiliki empat jalur, dengan rincian jalur zonasi 40 persen, jalur afirmasi 20 persen, jalur prestasi 30 persen, dan sisanya jalur keagamaan. Sementara untuk SPMB jenjang SD, terdapat tiga jalur dengan kuota yang berbeda: jalur domisili 70 persen, jalur afirmasi 25 persen, dan jalur mutasi tugas orang tua serta anak guru 5 persen.

Pendaftaran untuk gelombang pertama SPMB dijadwalkan dibuka pada 22 hingga 23 Juni 2026. Salah satu perubahan signifikan yang diterapkan dalam jalur zonasi adalah pembatasan wilayah yang kini diperluas hingga tingkat dusun, berbeda dengan sebelumnya yang hanya di tingkat desa. Hal ini diharapkan dapat menghindari kerancuan antar satuan pendidikan dalam satu desa dan memastikan penerimaan siswa menjadi lebih merata.

<p“Dulu zonasi kami batasi tingkat desa. Tahun ini, zonasi kami persempit menjadi tingkat dusun. Sehingga penerimaan siswa dapat merata,” jelas Rifka.

Untuk jalur prestasi pada SPMB jenjang SMP, terdapat pembaruan dalam cara penilaian. Akumulasi nilai rapor selama lima semester akan digabungkan dengan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan proporsi 60:40. “Jalur prestasi akan menggunakan nilai rapor selama lima semester dan akumulasi hasil TKA,” tambahnya.

Dengan penerapan sistem zonasi yang lebih ketat dan merata, Disdik Tulungagung berharap mampu menciptakan keadilan dalam penerimaan siswa baru, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.