Media Kampung – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Jember menyatakan penolakannya terhadap rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Universitas Jember (Unej). Penolakan ini disampaikan sebagai bentuk kekhawatiran atas dampak terhadap independensi akademik kampus.

Abdul Aziz Al Fazri, Ketua DPC GMNI Jember, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus tetap menjaga otonomi dan fokus pada fungsi utamanya sebagai wadah pengembangan ilmu pengetahuan. Menurutnya, kampus tidak seharusnya menjadi pelaksana proyek pemerintah yang tidak berkaitan langsung dengan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Aziz menjelaskan bahwa keterlibatan universitas dalam program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis harus tetap berada dalam koridor akademik. Pembangunan SPPG dinilai tidak memiliki kaitan langsung dengan penguatan riset maupun fungsi akademik, sehingga GMNI menilai perlu kehati-hatian dalam mengadopsi program tersebut ke dalam lingkungan kampus.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan agenda nasional yang menyasar puluhan juta penerima dengan anggaran mencapai ratusan triliun rupiah selama dua tahun. Meski demikian, GMNI mengingatkan pentingnya kesiapan tata kelola dan pengawasan yang matang agar pelaksanaan program ini tidak menimbulkan masalah di lapangan.

Selain itu, GMNI Jember juga menyoroti kebutuhan mendesak di sektor pendidikan, seperti keterbatasan anggaran, kesejahteraan guru honorer yang belum memadai, serta dukungan peningkatan kualitas riset dan pembelajaran di perguruan tinggi yang harus menjadi prioritas utama.

Organisasi mahasiswa ini mengimbau agar Unej tetap mengutamakan isu-isu pendidikan tinggi yang lebih mendesak, termasuk meningkatkan kualitas pengajaran, riset, dan kesejahteraan tenaga pendidik. Menurut mereka, pembangunan fasilitas di luar fungsi inti perguruan tinggi bisa mengalihkan sumber daya dan perhatian dari agenda akademik utama.

Dalam pernyataan resminya, GMNI juga meminta agar universitas berperan sebagai pusat kajian dan evaluasi ilmiah terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Mereka mengajak seluruh civitas akademika untuk mengawal secara kritis dan objektif setiap keputusan terkait rencana pembangunan SPPG di kampus.

Hingga saat ini, pihak universitas belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait penolakan dari GMNI Jember. Namun, aspirasi tersebut menjadi bagian penting yang harus dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan mengenai pembangunan fasilitas tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.