Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Jember mengusulkan sebelas desa sebagai calon Desa Migran Emas, sebuah program yang dikembangkan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk menciptakan ekosistem pekerja migran yang aman, mandiri, dan sejahtera berbasis desa.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Jember, Hadi Mulyono, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan memperkuat peran desa sebagai pusat informasi, perlindungan, dan pendampingan bagi warga yang akan bekerja di luar negeri serta keluarganya. “Program Desa Migran Emas ini bertujuan mewujudkan ekosistem migran aman, sejahtera, dan mandiri. Hulunya memang dari desa,” ungkapnya saat sesi siaran Halo RRI pada Jumat, 15 Mei 2026.
Kesebelas desa yang diajukan adalah Balung Lor, Dukuhdempok, Sabrang, Ambulu, Glundengan, Wonoasri, Ledokombo, Bagorejo, Sidomukti, Sidomulyo, dan Puger Kulon. Jember sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan jumlah pekerja migran terbesar di Jawa Timur. Setiap tahunnya, lebih dari seribu warga secara resmi berangkat ke luar negeri untuk bekerja.
Hadi menekankan bahwa desa memiliki peran strategis dalam memberikan informasi yang akurat dan perlindungan penuh agar keberangkatan pekerja migran berjalan sesuai prosedur. Desa juga diharapkan dapat menjadi pusat pemberdayaan bagi para pekerja migran yang telah kembali ke tanah air.
Program ini juga diarahkan untuk mengurangi keberangkatan pekerja migran secara nonprosedural yang kerap menimbulkan berbagai masalah seperti kekerasan dan perdagangan orang di luar negeri. Dalam mendukung layanan bagi pekerja migran, petugas dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) telah ditempatkan di Mal Pelayanan Publik Jember guna memberikan informasi dan memudahkan proses administrasi calon pekerja migran.
Selain itu, layanan medical check up bagi calon pekerja migran juga telah tersedia di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung dan RS dr. Soebandi. Hadi berharap seluruh pemerintah desa di Jember dapat mendukung program ini, termasuk dengan membentuk peraturan desa yang melindungi hak-hak pekerja migran.
Ia juga mengimbau masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri agar selalu memilih jalur resmi dan prosedural demi menjamin perlindungan selama bekerja. “Bagi calon PMI, cari informasi negara-negara mana yang membuka ruang kerja. Sebelum berangkat, saya berharap mungkin melalui program pelatihan untuk peningkatan kompetensi,” tambah Hadi.
Pemkab Jember terus melanjutkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan bagi para pekerja migran yang menjadi salah satu sumber penghidupan penting bagi masyarakat di daerah tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan