Media Kampung – Peringatan May Day di Kabupaten Jember digelar pada Jumat, 1 Mei 2026, dengan menekankan pentingnya kondusivitas sebagai faktor utama pertumbuhan ekonomi, ujar Bupati Muhammad Fawait.

Acara tasyakuran dan doa bersama dilaksanakan di Pendopo Wahyawibawagraha, menampilkan kehadiran pekerja, pengusaha, serta perwakilan pemerintah daerah dalam semangat kebersamaan.

Bupati Fawait menegaskan bahwa stabilitas dan keamanan daerah menjadi prasyarat utama bagi investor untuk menanamkan modal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Ia menambahkan, “Kondusivitas adalah kunci mendorong pertumbuhan ekonomi, karena lingkungan yang aman dan teratur akan menarik investasi baru dan memperluas peluang usaha.”

Fawait juga menyampaikan pesan damai, “Kami ingin menyampaikan pesan damai. Pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah hanya bisa meningkat jika semua pihak berjalan beriringan dengan rukun dan guyub,” ujarnya.

Peringatan May Day tahun ini memperluas agenda dibandingkan tahun 2025, ketika Jember sukses menyelenggarakan jalan sehat; kini ditambahkan makan bersama dan doa lintas sektoral.

Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmen pada keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dan perlindungan pekerja, dengan meluncurkan program beasiswa, UHC, serta penguatan UMKM.

Data internal menunjukkan jumlah UMKM di Jember meningkat 12% dalam satu tahun terakhir, menjadikan sektor mikro ekonomi sebagai pendorong utama pertumbuhan daerah.

Pekerja di Jember dinilai menunjukkan sikap kooperatif sejak Fawait menjabat pada 2025, menjaga situasi tetap kondusif dan meminimalisir konflik industrial.

Selain fokus pada hubungan industrial, Pemkab Jember terus mengembangkan program prorakyat yang menyentuh keluarga pekerja, termasuk subsidi kesehatan dan pelatihan keterampilan.

Investor mengapresiasi stabilitas yang terjaga, menyatakan tidak ragu menanamkan modal di Jember berkat jaminan keamanan dan kebijakan pro‑bisnis.

Fawait menegaskan, “Dengan terjaganya keamanan dan kedamaian, para investor tidak ragu untuk menanamkan modalnya di Jember,” menambah keyakinan pada prospek ekonomi daerah.

Penguatan UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal, sehingga Jember mampu bersaing dengan kabupaten tetangga dalam pasar regional.

Keberhasilan program beasiswa dan UHC telah meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan, memberikan dampak positif pada produktivitas tenaga kerja.

Saat ini, kondisi ekonomi Jember menunjukkan tren positif, dengan peningkatan penerimaan daerah sebesar 8,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Fawait menutup peringatan dengan harapan, “Insya Allah, ini menjadi pertanda Jember akan bangkit,” menegaskan komitmen berkelanjutan untuk kemakmuran bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.