Media Kampung – Sebuah roket komersial asal China meledak di luar angkasa hanya beberapa hari setelah diluncurkan, menyebarkan puing-puing di area yang padat lalu lintas di orbit rendah Bumi. Area tersebut juga menjadi rumah bagi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan sebagian besar jaringan broadband Starlink milik SpaceX.
Peristiwa roket China meledak ini terjadi pada tahap atas roket Zhuque-2E yang baru saja mencapai orbit pada 9 Juni lalu. Roket tersebut membawa dua satelit komunikasi langsung ke seluler. Dugaan sementara, ledakan terjadi saat tahap atas dijadwalkan melakukan pembakaran untuk membuang dirinya.
US Space Force mengonfirmasi insiden ini melalui unggahan di space-track.org, situs yang digunakan militer AS untuk mendistribusikan data orbit ke publik. “Puing-puing yang terdeteksi sedang dimasukkan ke dalam penilaian konjungsi rutin untuk mendukung keselamatan penerbangan antariksa,” tulis Space Force dalam advisory. Mereka menambahkan bahwa saat ini tidak ada ancaman terhadap penerbangan antariksa manusia, dan analisis masih berlangsung.
Ledakan ini menambah kekhawatiran akan meningkatnya jumlah puing antariksa di orbit rendah Bumi. Konstelasi Starlink yang terdiri dari ribuan satelit aktif menjadi salah satu yang paling rentan terhadap tabrakan dengan puing-puing semacam itu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak China atau operator roket mengenai penyebab pasti ledakan. US Space Force terus memantau pergerakan puing-puing tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan