Media Kampung – Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember menggelar kerja bakti pada 26 April 2026 bersama warga setempat untuk menciptakan lingkungan bebas banjir di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan membersihkan saluran air dan selokan agar tidak tersumbat pada musim hujan.
Acara dimulai pada pagi hari di kawasan permukiman Jl. Raya Jember–Banyuwangi, dengan kehadiran sekitar 30 mahasiswa KKN dan lebih dari 50 warga yang bersedia membantu. Mereka dibagi dalam tim kecil untuk menargetkan titik‑titik kritis yang sebelumnya dilaporkan rawan meluap.
Sebelum kerja bakti, tim survei menemukan bahwa saluran utama dipenuhi sampah plastik, botol bekas, serta endapan lumpur yang menghambat aliran air. Data tersebut menjadi dasar penentuan prioritas pembersihan agar hasil kerja dapat maksimal.
Para mahasiswa menggunakan sarung tangan, sekop, dan alat penangkap sampah sementara warga menyediakan ember dan karung sampah. Seluruh proses pembersihan berlangsung secara bergotong‑royong selama tiga jam tanpa henti.
Setelah sampah diangkat, tim melakukan pengerukan lumpur menggunakan sekop manual dan mengalirkan air bersih untuk menguji kelancaran aliran. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan debit air sebesar 70 persen dibandingkan kondisi sebelum pembersihan.
Selain membersihkan, peserta kerja bakti juga menata kembali area sekitar selokan dengan menanam tanaman penghijauan yang dapat menyerap air berlebih. Tanaman tersebut dipilih karena kemampuannya memperkuat tepi saluran dan mengurangi erosi tanah.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak kampus, terutama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang menyediakan peralatan serta logistik. Koordinator KKN, Dr. Ahmad Rizki, menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan lingkungan.
Warga yang terlibat menyatakan rasa bangga dapat berkontribusi langsung pada perbaikan infrastruktur desa mereka. Seorang warga, Bapak Hadi, menuturkan, “Kerja bakti ini mengingatkan kami akan nilai gotong‑royong yang dulu kuat di kampung kami.”
Mahasiswa KKN juga menyampaikan materi edukasi singkat tentang pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga dan pencegahan penumpukan limbah di saluran air. Pesan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran jangka panjang di antara penduduk.
Sebagai tindak lanjut, kelompok KKN berencana melakukan pemantauan bulanan selama tiga bulan ke depan untuk memastikan saluran tetap bersih. Jika ditemukan penyumbatan kembali, mereka akan kembali mengadakan aksi serupa atau mengajak pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.
Pemerintah Kabupaten Jember, melalui Dinas Lingkungan Hidup, mencatat peningkatan kebersihan wilayah tersebut dan berjanji akan memperkuat program pencegahan banjir. Kegiatan ini menjadi contoh sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan komunitas lokal.
Secara statistik, daerah yang mengalami kerja bakti ini mencatat penurunan laporan banjir sebesar 40 persen pada musim hujan berikutnya. Data tersebut masih dalam proses verifikasi, namun indikasinya positif bagi upaya mitigasi bencana alam.
Masyarakat berharap aksi serupa dapat diulang secara periodik, khususnya sebelum musim hujan tiba. Komitmen bersama ini diharapkan memperkuat budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Dengan selesainya kerja bakti, kondisi saluran air kini kembali optimal, dan harapan warga serta mahasiswa adalah lingkungan tetap bebas banjir pada tahun-tahun mendatang. Keberhasilan ini menegaskan bahwa partisipasi aktif semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan