Media Kampung – Universitas Diponegoro (Undip) dan BPJS Ketenagakerjaan menandatangani Nota Kesepahaman strategis untuk memperkuat kolaborasi di bidang pengembangan literasi dan riset jaminan sosial ketenagakerjaan pada Rabu, 6 Mei 2026 di Gedung Widya Puraya, Kampus Undip Tembalang, Semarang. Kesepakatan ini diteken langsung oleh Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, dan Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, sebagai bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan lembaga jaminan sosial tenaga kerja.
Kerja sama ini berfokus pada pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan sistem perlindungan sosial ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam sambutannya, Harjono Siswanto menyebut penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai langkah penting untuk memperkuat kemitraan antara BPJS Ketenagakerjaan dan dunia akademik. “Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah yang sangat penting dan strategis untuk memperkuat sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan dunia akademik. Kerja sama ini kami harap dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan sumber daya manusia, serta penguatan sistem perlindungan sosial tenaga kerja di Indonesia,” ujar Harjono.
Dalam bidang pendidikan, Undip dan BPJS Ketenagakerjaan akan mengembangkan berbagai program pembelajaran, seperti kuliah tamu dan inisiatif yang menghubungkan teori dengan praktik dunia kerja. Sementara di bidang penelitian, kedua institusi berharap bisa melahirkan kajian ilmiah yang memperkuat sistem jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk melalui publikasi di jurnal ilmiah seperti Jurnal Jamsostek yang tengah dalam proses akreditasi nasional.
Pada aspek pengabdian masyarakat, kolaborasi ini akan mendorong peningkatan literasi jaminan sosial melalui program magang dan kegiatan edukatif lainnya yang melibatkan mahasiswa. Salah satu fokus utama adalah implementasi kurikulum khusus yang menanamkan pemahaman jaminan sosial ketenagakerjaan sejak dini kepada mahasiswa, sebagai persiapan menghadapi dunia kerja dan kepemimpinan masa depan.
Harjono menegaskan pentingnya penanaman kompetensi jaminan sosial secara aplikatif, “Pemahaman mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan perlu ditanamkan sejak dini. Kami berharap materi ini tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga menjadi kompetensi yang aplikatif dan relevan dengan dunia kerja,” tambahnya.
Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan komitmen universitas untuk memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis. Ia berharap mahasiswa Undip dapat memperoleh pemahaman menyeluruh tentang dunia ketenagakerjaan, tidak hanya dari sisi teori tetapi juga praktik langsung. “Kerja sama ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara dunia akademik dan praktisi. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mendapatkan gambaran utuh tentang dunia ketenagakerjaan dari sisi praktis,” ujar Suharnomo.
Ia juga mengapresiasi inisiatif peningkatan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan yang diusung dalam kerja sama ini, “Kami mengapresiasi inisiatif peningkatan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan. Harapannya, pemahaman ini dapat diterapkan di lingkungan kampus dan menjadi bekal penting bagi mahasiswa ke depan,” tambahnya.
Kolaborasi Undip dan BPJS Ketenagakerjaan ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi penguatan sistem perlindungan sosial tenaga kerja Indonesia, sekaligus meningkatkan daya saing dan kompetensi lulusan perguruan tinggi di pasar kerja nasional. Kedua pihak sepakat untuk terus memperluas ruang sinergi dan mendukung pengembangan keilmuan serta pemahaman praktis terkait jaminan sosial ketenagakerjaan dalam berbagai bentuk program bersama ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan