Media Kampung – Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan edukasi “Senyum Sehat Gigi Kuat” pada Senin, 27 April 2026, di Tunas Kasih Besuki, Jember.

Kegiatan dimulai pukul 11.00 WIB setelah jam pelajaran berakhir, melibatkan tim medis, guru, murid, serta orang tua dalam satu sesi interaktif.

Tujuan utama adalah menanamkan kebiasaan hidup sehat terutama kebersihan gigi sejak usia dini melalui praktik menyikat gigi yang benar.

Setiap peserta anak diminta mempraktikkan teknik menyikat gigi di bawah bimbingan tenaga medis dan guru, sehingga proses belajar bersifat langsung dan aplikatif.

Metode pengajaran yang bersifat demonstratif dan partisipatif terbukti meningkatkan antusiasme anak, yang tampak riang mengikuti setiap langkah.

Orang tua juga turut serta, memberikan contoh yang baik dan membantu mengawasi proses menyikat gigi pada anak-anak mereka.

Dalam sesi tanya jawab, Dr. Siti Nurhaliza, dokter gigi kampus, menegaskan pentingnya kebiasaan menyikat gigi minimal dua kali sehari untuk mencegah karies.

“Kami berharap kebiasaan menggosok gigi dapat menjadi bagian rutin keluarga,” ujarnya kepada peserta.

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa prevalensi karies pada anak usia sekolah masih tinggi, sehingga edukasi seperti ini sangat relevan.

Program KKN RPL ini merupakan lanjutan dari serangkaian kegiatan sosial yang telah dilakukan mahasiswa Unmuh Jember di beberapa desa sekitar Jember.

Kegiatan serupa sebelumnya telah berhasil menurunkan tingkat kasus gigi berlubang pada anak-anak di wilayah tersebut sebesar 12 persen.

Para guru di Tunas Kasih Besuki menilai bahwa kolaborasi dengan mahasiswa memberikan nilai tambah pada kurikulum pendidikan kesehatan di sekolah.

Mereka menambahkan bahwa materi tentang kebersihan mulut akan terus diintegrasikan dalam pelajaran PPKn dan ilmu pengetahuan alam.

Setelah praktik, peserta diberikan paket sikat gigi, pasta gigi, dan buku panduan singkat mengenai cara menyikat gigi yang efektif.

Paket tersebut dipersiapkan oleh pihak KKN bersama sponsor lokal yang mendukung program kesehatan anak.

Selain itu, anak-anak diajarkan cara memilih sikat gigi dengan bulu yang lembut serta pentingnya mengganti sikat setiap tiga bulan.

Kegiatan berakhir dengan foto bersama seluruh peserta, menandai komitmen bersama untuk menjaga senyum sehat.

Panitia berharap dampak positif dari edukasi ini tidak hanya terbatas pada hari pelaksanaan, melainkan berlanjut di rumah masing-masing.

Mereka menargetkan agar 80 persen anak yang mengikuti kegiatan terus melaksanakan rutinitas menyikat gigi dua kali sehari selama enam bulan ke depan.

Pengawasan lanjutan akan dilakukan melalui kunjungan guru dan laporan periodik dari orang tua.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa anak-anak di Tunas Kasih Besuki sudah mulai menunjukkan peningkatan kebiasaan kebersihan mulut, terbukti dari catatan harian yang diisi oleh guru.

Program ini menjadi contoh konkret sinergi antara institusi pendidikan tinggi, sekolah dasar, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan mulut generasi muda.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.