Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember meluncurkan program Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk meningkatkan kemandirian kesehatan dan ekonomi warga setempat.

Program dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026, di kawasan permukiman Jember dengan melibatkan mahasiswa KKN, tokoh masyarakat, dan anggota PKK setempat.

Inisiatif ini berlandaskan pada kebutuhan mendesak untuk memanfaatkan lahan kosong secara produktif serta mengurangi ketergantungan pada obat kimia.

Mahasiswa mengidentifikasi bahwa banyak lahan pekarangan belum dimanfaatkan, sementara permintaan akan pengobatan alami terus meningkat.

Tanaman yang diajarkan meliputi jahe, kunyit, serai, daun sirih, temulawak, dan berbagai herbal lain yang memiliki khasiat terapeutik.

Sesi sosialisasi awal menjelaskan pentingnya TOGA sebagai alternatif pengobatan tradisional yang ramah lingkungan dan mudah diakses.

Selanjutnya, peserta diberikan pelatihan teknik penanaman mulai dari pemilihan bibit unggul, penanaman, hingga perawatan harian untuk memastikan pertumbuhan optimal.

Setelah teori, mahasiswa bersama warga melakukan praktik langsung menanam bibit di pekarangan masing‑masing.

Untuk memastikan keberlanjutan, mahasiswa mendistribusikan bibit tambahan dan menyediakan pendampingan teknis selama masa KKN berakhir.

Antusiasme warga, terutama ibu‑ibu PKK, sangat tinggi karena program tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka peluang usaha herbal rumahan.

Hasil panen diharapkan dapat dijual sebagai produk herbal, memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

Mahasiswa berharap TOGA dapat meningkatkan kualitas hidup melalui pencegahan penyakit dan konservasi lingkungan.

Seorang koordinator KKN menyatakan, “Program ini menjadi contoh nyata sinergi akademik dan masyarakat untuk kesejahteraan bersama.”

Program masih berjalan dengan monitoring berkala, dan rencana ekspansi ke desa‑desa sekitar Jember sedang dipertimbangkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.