Media Kampung – TKA SD 2026 yang dilaksanakan di Yogyakarta mengalami gangguan jaringan internet, menyebabkan beberapa siswa kehilangan waktu pengerjaan soal.
Ujian gelombang tiga berlangsung pada 27 dan 28 April 2026 di SD Joannes Bosco, Yogyakarta, dengan mata pelajaran Matematika menjadi fokus utama.
Vincent, siswa kelas 6, melaporkan bahwa koneksi internet pada PC tiba‑tiba terputus, sehingga ia kehilangan sekitar sepuluh menit dari total waktu ujian.
“Awalnya panik, jadi soal nomor 25 sampai 30 tidak dapat saya konsen,” ujar Vincent kepada Kompas.com pada Senin (27/4/2026).
Menurutnya, soal Matematika pada TKA kali ini terasa lebih sulit dibandingkan dengan Tes Pendalaman Materi (TPM) yang biasanya dihadapi.
Reni, orangtua Vincent, menekankan bahwa nilai TKA akan dipakai untuk mendaftar jalur prestasi SPMB 2026, sehingga hasil yang baik sangat diharapkan.
“Jika nilai TKAnya bagus, anak saya bisa melanjutkan ke SMP negeri melalui jalur prestasi,” kata Reni.
Troy, teman sekelas Vincent, menyatakan bahwa satu soal tidak menampilkan pilihan jawaban, memaksa ia menunggu jaringan kembali stabil.
“Saya sudah mencoba refresh, namun tetap tidak muncul. Setelah jaringan mati dan kembali, pilihan jawaban muncul kembali,” jelas Troy.
Meski mengalami gangguan, Troy menilai tingkat kesulitan soal secara keseluruhan masih dapat diatasi dengan usaha.
Ia berharap ujian Bahasa Indonesia pada hari berikutnya akan berjalan tanpa kendala jaringan sehingga waktu pengerjaan tidak terpotong.
TKA merupakan asesmen sukarela yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memberikan data capaian akademik yang objektif.
Data resmi menunjukkan lebih dari dua puluh sekolah dasar di Yogyakarta mengikuti TKA gelombang tiga, dengan total peserta lebih dari seratus siswa.
Komisi Penyelenggara TKA menegaskan bahwa integritas soal tetap terjaga meski terjadi masalah teknis pada platform daring.
Laporan serupa tentang gangguan jaringan juga muncul di beberapa sekolah lain di wilayah Yogyakarta, menandakan perlunya perbaikan infrastruktur.
PKBM Al Ikhlas di Bogor melaksanakan TKA Paket A pada 25‑26 April 2026, menunjukkan bahwa ujian ini berskala nasional.
Universitas Udayana (Unud) membuka jalur seleksi mandiri yang memperbolehkan penggunaan hasil TKA hingga UTBK, memperluas manfaat nilai ujian.
Para guru di SD Joannes Bosco berkoordinasi dengan tim IT untuk memastikan jaringan tetap stabil selama sisa jam ujian.
Direktur teknis sekolah menyatakan bahwa pemeliharaan server akan ditingkatkan menjelang gelombang berikutnya.
Menurut data Kemdikbud, TKA SD 2026 mencakup dua mata pelajaran utama: Matematika dan Bahasa Indonesia, masing‑masing diuji secara daring.
Setiap siswa diberikan waktu tiga jam untuk menyelesaikan satu set soal, dengan jeda singkat untuk istirahat.
Gangguan jaringan pada hari pertama menyebabkan rata‑rata waktu pengerjaan berkurang sekitar lima menit per siswa yang terdampak.
Studi internal menunjukkan bahwa penurunan waktu ini berpotensi menurunkan skor rata‑rata pada bagian matematika.
Pihak penyelenggara mengumumkan bahwa kompensasi waktu tambahan akan diberikan pada sesi berikutnya untuk mengatasi ketidakseimbangan.
Orangtua lain di sekolah tersebut mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap keandalan sistem daring dalam penilaian penting.
“Kami berharap otoritas pendidikan segera melakukan perbaikan agar tidak mengganggu proses belajar mengajar,” kata salah satu orangtua tanpa disebutkan nama.
Secara keseluruhan, TKA SD 2026 tetap dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan transparansi penilaian akademik di tingkat dasar.
Keberhasilan implementasi TKA di Yogyakarta akan menjadi acuan bagi daerah lain dalam mengoptimalkan infrastruktur digital pendidikan.
Dengan perbaikan jaringan yang dijanjikan, diharapkan ujian gelombang selanjutnya dapat berjalan lancar tanpa mengurangi waktu pengerjaan siswa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan