Media Kampung – GoodPlay Acting Space resmi hadir di Kota Batu sebagai ruang belajar yang aman dan menyenangkan bagi anak serta remaja untuk mengembangkan karakter melalui seni peran, budaya, dan film. Program ini dirancang untuk membantu generasi muda bertumbuh tidak hanya dalam kemampuan berekspresi, tetapi juga aspek sosial dan emosional.
Kehadiran GoodPlay dilatarbelakangi kebutuhan anak dan remaja akan ruang pembelajaran yang mampu mendukung perkembangan karakter di tengah era digital yang semakin terbuka. Melalui berbagai aktivitas kreatif, peserta diajak mengenali diri sendiri, membangun empati, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama.
Mengusung filosofi “Ruang Bermain. Berekspresi. Bertumbuh.”, GoodPlay menjadikan aktivitas bermain sebagai bagian penting dalam proses belajar. Peserta didorong untuk mengeksplorasi potensi diri melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.
Program yang ditawarkan meliputi bermain peran, storytelling, public speaking, pengelolaan emosi, kerja sama tim, dasar-dasar akting, filming activity, hingga apresiasi budaya. Seluruh kegiatan dirancang untuk menumbuhkan generasi yang percaya diri, ekspresif, imajinatif, empatik, kolaboratif, dan berbudaya.
Pada pelaksanaannya mulai Juli 2026, peserta akan dibagi ke dalam tiga kelompok usia sesuai tahap perkembangan. Kelompok tersebut terdiri dari Light Space Category untuk usia 7-12 tahun, Glow Space Category usia 13-15 tahun, dan Shine Space Category usia 16-18 tahun. Setiap kelompok akan mengikuti proses pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan usia masing-masing. Sebagai tugas akhir, peserta akan terlibat dalam pertunjukan dan produksi film sebagai wadah untuk menampilkan hasil pembelajaran mereka.
Pendiri sekaligus Head Coach GoodPlay Acting Space, Yusak Santoso, menegaskan bahwa program ini tidak semata-mata bertujuan mencetak aktor. Menurutnya, seni peran merupakan sarana untuk membantu seseorang memahami diri dan lingkungannya. “Kami tidak mengajarkan anak menjadi orang lain. Kami membantu mereka menemukan dirinya sendiri. Karena tujuan akhir seni peran bukan sekadar mencetak aktor, melainkan membantu seseorang memahami dirinya, memahami orang lain, dan bertumbuh sebagai manusia,” ujar Yusak, Minggu (14/6/2026).
GoodPlay lahir dari kolaborasi lintas bidang yang melibatkan Dece Dyah dari Sanggar Tari Tribhuwana, Yusak Santoso dari Sanggar Teater, Lingga G. Permadi sebagai filmmaker, dan Joel Tampeng sebagai music director. Berbasis di Kota Batu, GoodPlay juga berkembang melalui kolaborasi dengan ekosistem seni, budaya, dan film lokal untuk menghadirkan ruang tumbuh yang kreatif dan bermakna bagi generasi muda Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan