Media Kampung – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang digelar di Medan sejak 28 Juni hingga 4 Juli 2026 menghasilkan sembilan rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat. Rekomendasi ini dirumuskan dalam rapat pleno yang dihadiri 93 dari total 98 kota anggota APEKSI, dengan tiga kota tidak hadir yakni Banjar, Kotamobagu, dan Tidore Kepulauan.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas selaku tuan rumah menyampaikan bahwa Rakernas menjadi forum penting bagi para kepala daerah untuk bertukar pengalaman dan gagasan dalam membangun daerah. Dalam forum ini, sejumlah kota memaparkan praktik terbaik pembangunan, mulai dari digitalisasi pembayaran pajak daerah, skema pendanaan di luar APBD melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga optimalisasi pemanfaatan aset daerah.

Secara umum, rekomendasi yang dihasilkan mencakup permintaan agar pemerintah pusat meninjau kembali kebijakan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal masing-masing daerah, pemerataan pembangunan infrastruktur, dukungan terhadap program nasional tanpa membebani pemerintah daerah, serta penguatan kewenangan dan otonomi daerah. Selain itu, terdapat usulan spesifik yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing kota.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto yang membuka Rakernas mengapresiasi inovasi pemerintah kota dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mencontohkan Kota Makassar yang berhasil melampaui target PAD dengan realisasi mencapai 194,67 persen. Bima Arya mendorong kota-kota untuk saling belajar dari praktik terbaik seperti yang dilakukan Kota Malang dan Kota Pekanbaru, serta memanfaatkan skema pendanaan alternatif seperti KPBU.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri juga menobatkan Kota Semarang sebagai “Transformer City” berkat keberhasilannya dalam transformasi tata kelola pemerintahan, kemandirian fiskal, dan penciptaan iklim investasi. Data menunjukkan rasio PAD terhadap total pendapatan Semarang mencapai 63,26 persen (peringkat kedua nasional), dengan nilai PAD yang terus meningkat dari Rp2,85 triliun pada 2022 menjadi target Rp4,18 triliun pada 2026.

Rakernas APEKSI XVIII mengusung tema “Tangguh Bangsa Berdaulat” dan menjadi ajang berbagi pengalaman serta menyusun strategi pembangunan perkotaan. Bima Arya menegaskan bahwa APEKSI harus menjadi ruang belajar bersama tanpa perlu studi banding ke luar negeri, karena banyak daerah di Indonesia telah berhasil meningkatkan PAD melalui digitalisasi layanan, inovasi pembiayaan, dan tata kelola yang efektif.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.