Media Kampung – Pemerintah mempercepat pemulihan lahan pertanian seluas 42.702 hektare di Sumatera untuk menopang program swasembada pangan. Fokus utama pemulihan ini berada di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memulihkan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Hal ini disampaikannya saat meninjau rehabilitasi lahan di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (8/6). Ia menekankan pentingnya langkah cepat seluruh pemangku kepentingan agar lahan yang rusak segera kembali produktif.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari menteri, gubernur, hingga bupati dan wali kota, agar penanganan lahan pertanian terdampak bencana di tiga provinsi berjalan maksimal,” ujar Mentan Amran.
Pemerintah telah mengalokasikan bantuan lebih dari Rp1 triliun untuk mempercepat pemulihan di tiga wilayah terdampak. Anggaran tersebut mencakup perbaikan infrastruktur pertanian hingga dukungan sarana produksi bagi petani.
Sebagai langkah jangka panjang, program pemulihan diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Induk (Renduk) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Skema ini berorientasi pada peningkatan nilai tambah hasil pertanian, diversifikasi pangan, pengembangan pertanian berkelanjutan, penguatan koperasi, dan perluasan akses pasar yang inklusif.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan Renduk akan menjadi acuan utama selama tiga tahun ke depan (2026-2028). “Sekarang proses menuju pemulihan permanen atau rehab-rekon. Kuncinya adalah renduk yang direkap dari kabupaten, kota, provinsi terdampak, serta kementerian/lembaga. Dokumen ini kemudian disandingkan oleh Bappenas dan dikawal oleh Satgas PRR,” ujar Tito seusai rapat kerja bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5).
Data Satgas PRR hingga akhir Mei 2026 menunjukkan realisasi bantuan pertanian telah mencapai Rp877,126 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk rehabilitasi sawah, optimalisasi lahan, dan pembangunan jaringan irigasi. Sebanyak 9.931 hektare sawah telah selesai direhabilitasi dari total target 42.702 hektare lahan terdampak di tiga provinsi.
Pemerintah berharap percepatan rehabilitasi lahan pertanian ini dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan