Media Kampung, Sungailiat – Pemerintah Kabupaten Bangka mengimbau para petani untuk beralih menanam jenis tanaman yang membutuhkan sedikit air selama musim kemarau 2026. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap prediksi cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan gagal panen dan mengancam ketahanan pangan daerah.
Ajakan Pemkab Bangka
Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Subhan, menyatakan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dan kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, petani diminta untuk menyesuaikan pola tanam.
“Kami mengajak petani menanam tanaman yang kebutuhan airnya sedikit, seperti jagung, atau melakukan tumpang sari dengan cabai dan lainnya,” ujar Subhan kepada RRI, Rabu (22/7/2026). Ia menekankan pentingnya pengaturan waktu tanam yang tepat agar dampak kekeringan tidak menghambat produktivitas pertanian.
Subhan menambahkan, inovasi dalam budidaya tanaman sangat diperlukan agar lahan tetap produktif meskipun curah hujan rendah. “Musim kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dan panjang, sehingga perlu inovasi agar tanaman tetap tumbuh subur dan tidak gagal panen,” katanya.
Prediksi BMKG: Kemarau Hingga Awal 2027
Prakirawan BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriyadi, mengonfirmasi bahwa musim kemarau berpotensi berlangsung hingga awal tahun 2027. Pihaknya mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi kekeringan lahan pertanian dengan memodifikasi atau menyesuaikan jenis tanaman yang ditanam.
“Kami mengimbau semua pemangku kepentingan untuk terus memantau informasi cuaca guna mendukung mitigasi selama musim kemarau,” ujar Slamet.
Dampak dan Harapan
Langkah antisipatif ini diharapkan dapat menjaga pasokan pangan lokal dan mencegah kerugian ekonomi akibat gagal panen. Para petani di Bangka kini mulai bersiap beralih ke komoditas yang lebih tahan terhadap kekeringan, seperti jagung dan cabai, yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Dengan adanya koordinasi antara pemerintah daerah, BMKG, dan petani, diharapkan sektor pertanian di Bangka tetap berdaya tahan meskipun menghadapi musim kemarau yang panjang.














Tinggalkan Balasan