Media Kampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan, Erna Sujarwati, menyoroti maraknya alih fungsi hutan di Kabupaten Lamongan, terutama di wilayah selatan. Dalam rapat paripurna DPRD Lamongan pada Rabu, 17 Juni 2026, ia menekankan perlunya penguatan program reboisasi untuk mengimbangi penebangan pohon yang terus berlangsung.

Menurut Erna, kondisi lahan hutan di sejumlah kecamatan seperti Kedungpring, Ngimbang, Sambeng, dan Mantup hingga perbatasan Jombang memprihatinkan. Banyak kawasan hutan yang berubah menjadi lahan pertanian, khususnya untuk tanaman jagung. Meskipun hal ini mendukung program ketahanan pangan, Erna mengingatkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan.

“Penebangan pohon boleh dilakukan, tetapi harus disertai reboisasi. Jika tidak, banyak risiko yang akan dihadapi masyarakat di kemudian hari,” ujarnya. Ia mencontohkan beberapa wilayah yang sebelumnya tidak pernah banjir kini mulai tergenang saat musim hujan. Di jalur Lamongan menuju Jombang juga ditemukan titik longsor akibat berkurangnya vegetasi penahan tanah.

Erna menegaskan bahwa keberadaan pohon sangat penting untuk menyerap air, mencegah erosi, dan menjaga ketersediaan sumber air, terutama di tengah ancaman perubahan iklim dan fenomena El Nino. Jika pohon besar hilang, penyerapan air berkurang, sehingga risiko banjir saat hujan dan kekeringan saat kemarau meningkat. Akibatnya, pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran lebih besar untuk penyediaan air bersih.

Fraksi PDI Perjuangan berharap pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas kewenangan dalam pengelolaan kawasan hutan, serta mendorong program reboisasi berkelanjutan. Tujuannya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.