Media Kampung – 11 April 2026 | Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, melakukan inspeksi langsung ke dua titik proyek pelebaran jalan di Kabupaten Malang pada Kamis, 9 April 2026.

Ia menegaskan pentingnya kelancaran proses konstruksi agar tidak terjadi hambatan yang dapat menunda manfaat bagi masyarakat.

KA BangunKarta Anjlok di Bumiayu, Jalur Ditutup Total dan Layanan Dibatalkan
Baca juga:
KA BangunKarta Anjlok di Bumiayu, Jalur Ditutup Total dan Layanan Dibatalkan

Inspeksi pertama dilakukan di wilayah Jalur Lintas Selatan, tepatnya pada ruas jalan Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, yang menghubungkan Gondanglegi dengan Balekambang.

Bagian ini mengalami peningkatan lebar jalan dari enam meter menjadi sebelas meter, dengan total panjang mencapai tiga puluh kilometer.

Emil menyatakan, “Kami memastikan semua tahapan berjalan sesuai rencana, dan setiap masalah yang muncul akan kami selesaikan secepatnya,” sambil menekankan komitmen pemerintah daerah.

Selain memantau teknis, Wagub juga mendengarkan keluhan warga sekitar yang mengeluhkan kondisi jalan sebelumnya yang sempit dan berdebu.

Ia menambahkan, “Kita ingin menyerap aspirasi masyarakat karena mereka adalah pengguna utama jalan ini, dan perbaikan ini harus menjawab kebutuhan mereka,”.

Lokasi kedua berada di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, dengan panjang dua koma delapan kilometer dan lebar tujuh meter.

Coco Gauff Muntah di Lapangan Madrid Open, Tetap Menang dan Lolos ke Babak Keempat
Baca juga:
Coco Gauff Muntah di Lapangan Madrid Open, Tetap Menang dan Lolos ke Babak Keempat

Jalan tersebut menghubungkan wilayah Wlingi (Blitar), Ngantang, Pujon (Malang), dan Batu, sehingga menjadi jalur strategis bagi pergerakan barang dan orang.

Emil menjelaskan, “Proyek ini didiskusikan bersama Gubernur dan Bupati karena memiliki nilai strategis tinggi, termasuk potensi investasi agro, pariwisata, serta pengembangan layanan kesehatan,”.

Pelebaran jalan di Ngantru diharapkan memperpendek jarak akses warga ke pusat pemerintahan di Kepanjen, yang selama ini terasa jauh.

Emil menegaskan, “Dengan jalan yang lebih baik, layanan publik dapat lebih mudah dijangkau, dan peluang investasi akan lebih menarik bagi investor,”.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara Gubernur, Bupati, dan pemerintah provinsi menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini.

Pihak provinsi telah menyediakan dukungan pendanaan dan teknis, sementara pemerintah kabupaten bertugas mengawasi pelaksanaan di lapangan.

Arus Balik Lebaran 2026: Volume Kendaraan Menuju Bali via Pelabuhan Ketapang Meningkat
Baca juga:
Arus Balik Lebaran 2026: Volume Kendaraan Menuju Bali via Pelabuhan Ketapang Meningkat

Pengawasan ketat diharapkan mencegah terjadinya penundaan atau penyimpangan anggaran.

Wakil Gubernur juga menyoroti pentingnya sinergi dengan pihak swasta dan lembaga keuangan untuk mempercepat penyelesaian proyek.

Dengan jalan yang lebih lebar, diharapkan arus transportasi barang pertanian, terutama hasil agroindustri, dapat lebih efisien dan menurunkan biaya logistik.

Peningkatan aksesibilitas juga diharapkan mendongkrak sektor pariwisata, mengingat kawasan Malang memiliki banyak destinasi alam yang kini lebih mudah dijangkau.

Emil menutup kunjungan dengan harapan bahwa proyek pelebaran jalan ini selesai tepat waktu dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Ia mengajak semua pihak untuk terus memantau dan mendukung pelaksanaan proyek demi tercapainya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.