Media Kampung – Prajogo Pangestu, konglomerat terkemuka Indonesia, mengalami lonjakan kekayaan sebesar Rp48,09 triliun dalam satu akhir pekan, berkat kenaikan signifikan saham-saham miliknya di Bursa Efek Indonesia. Dengan kondisi terbaru ini, total kekayaan Prajogo kini mencapai Rp292,15 triliun atau setara dengan 16,4 miliar dolar AS.
Tiga emiten utama milik Prajogo—PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT)—masuk dalam daftar lima besar gainers, dengan kenaikan harga saham lebih dari 24 persen. Ini merupakan rebound yang signifikan setelah sebelumnya kekayaannya tergerus sekitar Rp31,54 triliun akibat didepaknya beberapa saham dari indeks MSCI.
Performa positif ini terlihat pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), di mana BREN ditutup pada harga Rp3.300 per saham, melejit 25 persen, sedangkan PTRO dan BRPT masing-masing naik 24,87 persen dan 24,76 persen. Selain itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga mengalami kenaikan 24,75 persen menjadi Rp630 per saham.
Meski demikian, tidak semua saham milik Prajogo menunjukkan tren positif. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) justru mengalami penurunan sebesar 6,05 persen, menunjukkan volatilitas yang ada di pasar saat ini. Sebelumnya, tiga emiten yang didepak dari MSCI, yaitu BREN, TPIA, dan CUAN, sempat mengalami penurunan yang signifikan menjelang pengumuman rebalancing oleh MSCI pada 13 Mei 2026.
Kenaikan harta Prajogo Pangestu ini mencerminkan dinamika pasar saham yang berfluktuasi dan pentingnya kinerja emiten dalam menentukan kekayaan konglomerat. Dengan perkembangan ini, Prajogo semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan