Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penurunan pada penutupan perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, dengan melemah sebesar 0,82 persen ke posisi 6.318,50. Penurunan ini turut berdampak pada saham-saham di sektor pertambangan, termasuk PT Petrosea Tbk (PTRO) yang mengalami koreksi tajam.
Pergerakan IHSG pada hari ini cukup fluktuatif. Indeks sempat melonjak ke level tertinggi di 6.459,55 pada sesi pagi sebelum akhirnya merosot dan menutup perdagangan dengan pelemahan signifikan. Volume perdagangan tercatat mencapai 41,12 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 35 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 483 saham melemah, 207 saham menguat, dan 126 saham stagnan.
Penurunan saham PT Petrosea cukup dalam, yakni sebesar 7,41 persen hingga harga Rp 4.000 per lembar saham. Saham-saham tambang lain juga menunjukkan tren negatif, seperti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) turun 4,29 persen, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 6,31 persen, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melemah 6,99 persen. Selain itu, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga turun masing-masing 6,60 persen dan 4,21 persen.
Koreksi pasar saham ini terkait dengan pengumuman kebijakan baru yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang Paripurna DPR RI. Prabowo mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) yang bertujuan untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat melalui pengelolaan ekspor yang lebih terpusat.
Dalam kebijakan tersebut, seluruh ekspor komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy diwajibkan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk pemerintah. Langkah ini dianggap sebagai strategi pemerintah untuk memperkuat kontrol atas ekspor SDA dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
Respons pasar terhadap kebijakan ini cukup cepat dengan terjadinya koreksi di saham-saham sektor mineral dan energi pada perdagangan hari ini. Meskipun sektor keuangan dan infrastruktur masih mencatatkan penguatan tipis, namun tekanan di sektor industri dasar dan transportasi menjadi faktor utama penurunan IHSG.
Selain itu, bursa saham regional Asia juga menunjukkan tren penurunan pada hari yang sama. Indeks Nikkei di Jepang turun 1,23 persen, indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 0,57 persen, serta indeks Shanghai dan Strait Times masing-masing turun 0,18 persen dan 0,54 persen.
Dengan situasi pasar yang cenderung melemah dan adanya kebijakan baru terkait ekspor SDA, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan selanjutnya. Penyesuaian harga saham terutama di sektor pertambangan dan energi diperkirakan masih akan berlanjut seiring dengan implementasi aturan yang baru diberlakukan pemerintah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan