Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, dengan penurunan mencapai 3,46 persen dan menutup di level 6.370,68. Pelemahan ini menandai berlanjutnya koreksi pasar saham Indonesia yang kini berada jauh di bawah posisi tertingginya awal tahun ini.

Pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal dan domestik. Secara global, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat serta penguatan dolar AS menekan sentimen pasar, disertai kekhawatiran akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia. Hal ini menyebabkan sejumlah indeks saham utama Asia seperti Nikkei 225 Jepang dan Hang Seng Hong Kong juga mengalami penurunan pada perdagangan sebelumnya.

Dari sisi domestik, pasar menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan pada rapat dewan gubernur tanggal 19-20 Mei 2026. Pelemahan nilai tukar rupiah yang sudah mencapai 4,6 persen secara year to date menjadi salah satu alasan utama kebijakan moneter yang lebih ketat. Chief Economist BRI Danareksa Sekuritas, Helmy Kristanto, menyatakan bahwa kondisi rupiah yang semakin undervalued menuntut langkah penyeimbang terkoordinasi guna menjaga kepercayaan pasar dan menstabilkan nilai tukar.

Indeks saham LQ45 juga mengalami penurunan 2,5 persen ke level 634,82, dengan mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia masuk zona merah. Pada hari ini tercatat 647 saham melemah, sementara hanya 117 saham yang menguat. Total nilai transaksi mencapai Rp25,33 triliun dengan volume perdagangan sebesar 43,06 miliar saham.

Menanggapi situasi ini, sejumlah pejabat penting seperti Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani melakukan kunjungan ke Bursa Efek Indonesia untuk memantau kondisi pasar. Namun, mereka belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah yang akan diambil.

Secara teknikal, analis menilai IHSG masih dalam fase konsolidasi bearish dengan peluang rebound jangka pendek. MNC Sekuritas memprediksi indeks akan bergerak dalam rentang support 6.270 hingga resistance 6.745. Mereka merekomendasikan strategi buy on weakness untuk beberapa saham unggulan seperti PT Alamtri Minerals Indonesia dan PT Archi Indonesia, meskipun risiko koreksi masih tetap tinggi.

Dengan berbagai tekanan yang terus berlanjut baik dari dalam maupun luar negeri, IHSG diperkirakan membutuhkan waktu untuk stabil kembali. Pasar akan sangat bergantung pada keputusan Bank Indonesia serta perkembangan geopolitik global untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.