Media Kampung – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengumumkan pengunduran diri Direktur Irwin Ka Pui Wan pada 14 Mei 2026, yang akan diratifikasi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 19 Mei 2026. Pengunduran diri ini terjadi di tengah tekanan signifikan pada harga saham AMMN setelah pencoretan dari indeks MSCI Global Standard.

Corporate Secretary AMMN, Vemmy Febrianti, menyatakan bahwa pengunduran diri Irwin Ka Pui Wan disebabkan berakhirnya masa jabatan yang telah dijalani sejak 2016. “Perseroan telah menerima pemberitahuan resmi dari Bapak Irwin Ka Pui Wan terkait rencana pengunduran dirinya selaku Direktur Perseroan pada 14 Mei 2026,” ujar Vemmy.

Irwin Ka Pui Wan dikenal membawa pengalaman lebih dari dua dekade di sektor pertambangan global dan berperan penting dalam pengembangan operasional AMMN sejak bergabung pada 2016. Sebelum bergabung dengan AMMN, ia memegang berbagai posisi manajemen senior di perusahaan pertambangan internasional dan memiliki kualifikasi profesional di bidang teknik dan keuangan.

Tekanan pada saham AMMN muncul setelah perusahaan ini dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard pada rebalancing terbaru. Hal ini memicu aksi jual besar-besaran oleh investor asing dengan nilai transaksi mencapai Rp123,67 miliar dalam sesi perdagangan pertama pada Senin (18/5/2026). Akibatnya, harga saham AMMN merosot 14,86 persen ke posisi Rp3.150 per saham.

Menurut data perdagangan, volume saham yang diperdagangkan mencapai 1,01 juta lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 15,47 ribu kali. Meski demikian, manajemen AMMN memastikan bahwa pengunduran diri Irwin tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Vemmy juga menegaskan bahwa AMMN tidak memiliki informasi material yang belum disampaikan ke publik terkait volatilitas saham yang terjadi. Perseroan akan menindaklanjuti pengunduran diri tersebut melalui proses persetujuan dalam RUPST yang dijadwalkan pekan ini.

Saham AMMN sendiri mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2026, dengan penurunan harga mencapai lebih dari 50 persen (year-to-date). Meski demikian, AMMN tetap fokus pada stabilisasi operasi smelter dan pengembangan kapasitas produksi untuk mendukung kinerja ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.