Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren penurunan pada perdagangan Rabu pagi, 13 Mei 2026, tertekan oleh pengumuman terbaru dari MSCI yang memicu kekhawatiran pelaku pasar serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

IHSG dibuka di level 6.763,94 dan terus mengalami tekanan hingga mencapai posisi 6.751,42 pada pukul 09.10 WIB, turun sebesar 1,57 persen dari penutupan hari sebelumnya yang berada di level 6.858,89. Penurunan ini juga berdampak pada mayoritas indeks saham unggulan seperti LQ45, IDX30, dan IDX80 yang turut terkoreksi dengan penurunan antara 0,63 sampai 1,74 persen.

Data dari RTI Business mencatat bahwa volume transaksi yang terjadi mencapai 10,47 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,02 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 275 ribu kali. Dari jumlah saham yang diperdagangkan, 331 saham mengalami pelemahan, sementara 203 saham mencatat penguatan dan 163 saham lainnya stagnan.

Penurunan ini dipengaruhi oleh hasil rebalancing MSCI periode Mei 2026 yang melebihi ekspektasi pasar. Jumlah saham Indonesia yang dikeluarkan dari indeks tersebut ternyata jauh lebih banyak dari perkiraan sebelumnya, menimbulkan kekhawatiran akan adanya tekanan jual yang meningkat dan potensi arus keluar dana asing dalam jangka pendek. Hal ini menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan IHSG pada pagi ini.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level 17.500 terhadap dolar AS menambah tekanan pada pasar saham domestik. Kondisi ini diperparah oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia, sehingga memengaruhi sentimen investor secara global dan berdampak pada pasar modal Indonesia.

Meski IHSG melemah, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan pada awal perdagangan, seperti saham SWID, KOPI, ELPI, APLI, KONI, PEGE, dan GRIA. Investor dapat mencermati saham-saham ini sebagai potensi peluang di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan.

Secara keseluruhan, kombinasi sentimen eksternal dan domestik membuat IHSG sulit untuk menguat pada perdagangan pagi ini. Pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap dinamika yang terjadi dan memperhatikan perkembangan lebih lanjut dari rebalancing MSCI serta pergerakan nilai tukar rupiah.

Dengan tekanan yang masih berlanjut, IHSG diperkirakan akan tetap berada di bawah tekanan hingga ada sentimen positif yang mampu mengimbangi kekhawatiran pasar. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan berita dan data pasar secara real-time guna mengambil keputusan investasi yang tepat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.