Media Kampung – Indeks KOSPI mencatat rekor tertinggi baru pada 27 April 2026, menembus level 6.557 poin, menandai lonjakan paling signifikan dalam sejarah pasar saham Korea Selatan.

Di ruang transaksi Bank Hana, pusat keuangan Jung, Seoul, layar digital menunjukkan KOSPI pada 6.557,78 poin pada siang hari, sementara pada sesi pagi indeks tercatat 6.542,05 poin. Kedua angka ini melampaui rekor sebelumnya sebesar 6.475 poin yang dicapai beberapa minggu lalu, menegaskan momentum bullish yang kuat.

Lonjakan ini didorong oleh gelombang kenaikan saham semikonduktor, terutama chip yang diproduksi oleh perusahaan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix. Aliran dana ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis teknologi meningkat sekitar 12% dalam minggu terakhir, memperkuat dukungan likuiditas pada indeks.

Meskipun harapan tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran mengalami kemunduran, pasar tetap optimis. Investor menilai bahwa penurunan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah belum cukup untuk menggerakkan pergerakan kapital secara signifikan, sehingga fokus beralih ke fundamental ekonomi domestik.

Nilai tukar riil Won pada hari itu menurun ke level terendah dalam 17 tahun, mencerminkan tekanan eksternal yang meliputi kebijakan moneter AS dan fluktuasi harga komoditas. Depresiasi mata uang ini memberikan dukungan pada ekspor, namun menambah beban impor bahan baku.

Bank Korea (BOK) kini menghadapi ekspektasi yang lebih rendah untuk pemotongan suku bunga karena pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Analis Lee Joon-ho, kepala riset di Korea Investment & Securities, menyatakan, “Kinerja KOSPI yang kuat mengindikasikan bahwa BOK dapat menunda kebijakan pelonggaran lebih lama dari yang diproyeksikan pasar.”

Dalam upaya memperluas jaringan internasional, Bank Hana menandatangani perjanjian kerja sama trilateral dengan institusi keuangan di Vietnam, membuka jalur investasi baru bagi perusahaan Korea. Kesepakatan ini diharapkan meningkatkan aliran modal masuk ke sektor teknologi dan manufaktur.

Kenaikan KOSPI sejalan dengan performa pasar Asia lainnya; indeks Nikkei 225 Jepang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan 0,53% pada hari yang sama. Sebaliknya, indeks S&P/ASX 200 Australia mengalami penurunan 0,54%, menunjukkan perbedaan sentimen regional.

Dengan volume perdagangan yang tinggi dan dukungan aliran dana asing, KOSPI diperkirakan akan tetap berada di zona bullish dalam beberapa minggu ke depan, asalkan tidak terjadi kejutan geopolitik yang signifikan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.