Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir pada penutupan Jumat 24 April 2026 dengan menguat 35,36 poin atau 0,50 persen, menembus level 7.092,47. Kenaikan ini melanjutkan tren positif yang dimulai sejak sesi I pada hari Rabu, menandakan sentimen bullish di pasar saham Indonesia.

Data yang dihimpun oleh Stockbit mencatat nilai transaksi harian mencapai Rp17,19 triliun dengan volume perdagangan sebesar 36,49 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi mencapai 2,46 juta kali. Indeks LQ45 juga ikut naik, mencatat kenaikan 0,17 persen ke level 682,76.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah menguat pada penutupan hari itu, menembus Rp17.380 per dolar Amerika, menguat 40 poin atau 0,23 persen dibandingkan pembukaan pagi pada Rp17.420.

Beberapa emiten mencatat pergerakan signifikan. Saham Danasupra Erapacific (DEFI) melonjak 34,23 persen hingga 200 poin, sementara Ricky Putra Globalindo (RICY) naik 34,04 persen ke 126 poin. Pyridam Farma (PYFA) juga mencatat kenaikan 25 persen ke 380 poin, dan Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) menguat hampir 25 persen hingga 4.760 poin. Di sisi penurunan, Yanaprima Hastapersada (YPAS) terjun 14,73 persen ke 1.100 poin, diikuti oleh Formosa Ingredient Factory (BOBA) yang turun 11,11 persen ke 272 poin.

Nilai pasar saham teratas hari itu didominasi oleh perusahaan besar, dengan Barito Pacific (BRPT) mencatat kapitalisasi pasar senilai Rp1,34 triliun, diikuti oleh Bank Mandiri (BMRI) dengan Rp673,92 miliar, Petrosea (PTRO) sebesar Rp617,25 miliar, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp579,66 miliar, dan Bank Central Asia (BBCA) Rp518,65 miliar.

Volume perdagangan tertinggi tercatat pada saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dengan 44,84 juta lembar, diikuti oleh DMS Propertindo (KOTA) sebanyak 17,20 juta lembar, Bumi Resources (BUMI) 15,30 juta lembar, Cilacap Samudera Fishing Industry (ASHA) 12,04 juta lembar, dan Morenzo Abadi Perkasa (ENZO) 11,64 juta lembar.

Pasar saham di kawasan Asia‑Pasifik juga menunjukkan performa positif. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,38 persen ke 59.513,12 poin, sementara Hang Seng Hong Kong mencatat kenaikan tajam 1,21 persen ke 26.213,78 poin. Indeks SSE Composite China naik 1,16 persen ke 4.160,17 poin, dan Straits Times Singapore menguat 0,06 persen menjadi 4.923,34 poin.

Penguatan IHSG dipicu oleh sentimen positif pada data ekonomi domestik dan dukungan likuiditas yang kuat, serta ekspektasi kebijakan moneter yang kondusif. Meskipun demikian, para analis tetap memantau perkembangan global, terutama kebijakan suku bunga di Amerika Serikat dan fluktuasi harga komoditas, yang dapat memengaruhi arus modal masuk ke pasar emerging.

Dengan nilai transaksi yang tinggi dan likuiditas yang kuat, pasar modal Indonesia tampak siap menyerap aliran dana baru, sementara bursa Asia lain menunjukkan keragaman performa yang mencerminkan kondisi ekonomi regional yang berbeda-beda.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.