Media Kampung – Festival Lampion Waisak Borobudur 2026 kembali digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Waisak yang sangat dinanti masyarakat. Festival ini akan berlangsung pada 31 Mei 2026 di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dengan rangkaian acara yang meliputi prosesi dari Candi Mendut menuju Borobudur, ritual keagamaan, serta pelepasan lampion yang menjadi puncak perayaan malam harinya.
Acara pelepasan lampion terbagi dalam dua sesi, yakni sesi pertama berlangsung dari pukul 16.30 hingga 19.30 WIB dan sesi kedua mulai pukul 20.30 hingga 23.00 WIB. Lokasi utama festival berada di Lapangan Marga Utama serta Taman Lumbini dekat Candi Borobudur, yang menjadi pusat kegiatan dan tempat duduk para peserta.
Bagi masyarakat yang berminat mengikuti festival ini, pendaftaran tiket dilakukan secara daring melalui situs resmi Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI), penyelenggara utama acara. Tiket tersedia dalam tiga kategori yakni Reguler, Reguler Lumbini, dan VIP, yang sudah termasuk akses masuk kawasan Candi Borobudur, satu wishing card untuk menulis harapan, serta lampion yang akan diterbangkan bersama kelompok kecil peserta lainnya.
Perbedaan utama antar kategori tiket terletak pada posisi tempat duduk dan fasilitas yang diterima. Tiket Reguler menawarkan tempat duduk lesehan di area belakang atau samping dengan alas yang disediakan. Sementara tiket Reguler Lumbini memberikan akses khusus ke area Taman Lumbini, sedangkan tiket VIP menyediakan kursi di barisan depan yang dekat dengan altar, lengkap dengan tambahan fasilitas eksklusif seperti merchandise atau manfaat lain sesuai paket.
Proses pendaftaran dimulai dengan mengunjungi situs mbmi.or.id, memilih menu “Donasi Tiket”, menentukan tanggal dan sesi yang ingin diikuti, mengisi data diri, dan melakukan pembayaran. Setelah transaksi berhasil, tiket elektronik akan dikirimkan via email yang terdaftar sebagai bukti peserta.
Seluruh peserta diwajibkan mengenakan pakaian serba putih dan berbusana sopan sebagai simbol kesucian dan kedamaian selama mengikuti festival. Selain itu, peserta disarankan membawa tumbler sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di area acara. Panitia juga menetapkan larangan membawa makanan atau minuman berwarna, menerbangkan lampion pribadi, merokok di area perayaan, serta menggunakan drone tanpa izin resmi guna menjaga ketertiban dan kekhusyukan acara.
Festival Lampion Waisak Borobudur merupakan momen penting yang menggabungkan nilai spiritual dan budaya, sekaligus menjadi daya tarik wisata yang mengundang antusiasme tinggi dari masyarakat lokal maupun mancanegara. Dengan persiapan pendaftaran yang kini semakin mudah melalui platform online, diharapkan lebih banyak peserta dapat turut serta merayakan peristiwa sakral ini dengan tertib dan khidmat.
Informasi terbaru mengenai festival ini akan terus diperbarui oleh Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia sebagai pihak penyelenggara. Masyarakat diimbau untuk selalu mengakses situs resmi agar mendapatkan data valid terkait jadwal, tiket, serta aturan yang berlaku selama acara berlangsung.
Festival Lampion Waisak Borobudur 2026 menjadi ajang yang tepat untuk merayakan nilai-nilai kedamaian dan kesucian melalui tradisi spiritual yang telah lama dijaga, sekaligus mempererat kebersamaan antar peserta dalam suasana yang penuh makna dan keindahan visual lampion yang menerangi langit malam Borobudur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan