Media Kampung – Prof. Ben Olken, ekonom dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), mengisi kuliah umum di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) pada Selasa, 19 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia mengupas bagaimana riset empiris dan evaluasi berbasis bukti dapat mendukung pemerintah dalam merancang kebijakan publik yang lebih efektif dan sesuai sasaran, khususnya di Indonesia.

Kuliah umum yang berlangsung di Auditorium SBM ITB ini mengangkat tema “How Rigorous Research Drives Better Policy: Two Decades of Evidence from Indonesia”. Prof. Olken menekankan pentingnya pendekatan ilmiah yang berdasar pada data untuk menjawab berbagai tantangan kebijakan publik modern, seperti peningkatan kualitas pendidikan, efektivitas program bantuan sosial, dan optimalisasi penggunaan transportasi publik.

Dr. Eko Agus Prasetio, Wakil Dekan Bidang Akademik SBM ITB, menyambut baik kehadiran Prof. Olken dan menyoroti pentingnya penguatan budaya riset di lingkungan akademik untuk memberikan sumbangsih nyata terhadap kebijakan publik. Menurutnya, riset yang kuat menjadi fondasi bagi pembuatan kebijakan yang tepat dan bermanfaat luas.

Prof. Olken menjelaskan bahwa persoalan kebijakan yang kompleks memerlukan evaluasi program secara menyeluruh untuk mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki, diperluas, atau dikurangi cakupannya. Ia memperkenalkan metode Randomized Controlled Trials (RCT) yang digunakan oleh J-PAL, organisasi riset global yang juga dipimpinnya, dalam mengukur dampak program sosial secara objektif.

Metode RCT membagi populasi secara acak menjadi kelompok yang menerima intervensi dan kelompok pembanding, sehingga hasil evaluasi dapat memberikan gambaran nyata mengenai efektivitas suatu kebijakan atau program sosial. Indonesia menjadi salah satu contoh penting dalam pengembangan kebijakan berbasis bukti yang dipaparkan oleh Prof. Olken dalam kuliah umum tersebut.

Lebih jauh, Prof. Olken menegaskan bahwa penguatan basis bukti dalam pengambilan keputusan tidak hanya relevan untuk sektor perlindungan sosial, tetapi juga untuk bidang-bidang lain yang membutuhkan kebijakan tepat guna. Ia menyimpulkan, “Bukti yang lebih baik menghasilkan keputusan yang lebih baik di bidang apa pun.”

Kuliah umum ini menjadi momen penting bagi akademisi, mahasiswa, dan pelaku kebijakan untuk memahami peran krusial riset dalam mendukung kebijakan publik yang efektif. Dengan pendekatan berbasis data dan evaluasi sistematis, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kualitas kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.