Media Kampung – Pernyataan Anies Baswedan, ‘Nyesel nggak, nggak milih saya’, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ucapan itu disampaikan saat berdialog dengan mahasiswa dan diaspora Indonesia di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, pada Juni 2026.

Pernyataan tersebut merupakan respons atas pertanyaan apakah Anies menyesal mengikuti Pilpres 2024. Dalam sesi diskusi, Anies menjawab bahwa dirinya tidak menyesal, lalu melontarkan pertanyaan balik kepada publik: ‘Ada yang tanya, Pak Anies, nyesel nggak ikut Pilpres? Maka jawaban saya, nyesel nggak, nggak milih kemarin.’

Konteks Pernyataan

Anies menjelaskan bahwa fokus utamanya bukan pada rasa penyesalan pribadi, melainkan pada proses pembelajaran demokrasi. Menurutnya, hasil Pilpres 2024 menjadi bagian dari evaluasi politik yang dapat dipelajari masyarakat untuk mewujudkan proses demokrasi yang lebih transparan dan berkualitas di masa mendatang. Ia juga menilai bahwa pembelajaran politik membutuhkan waktu karena pemilihan umum di Indonesia berlangsung setiap lima tahun sekali.

Respons Publik

Ucapan ‘Nyesel nggak, nggak milih saya’ kemudian ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Sebagian warganet menganggapnya sebagai bentuk sindiran ringan kepada masyarakat yang tidak memilihnya pada Pilpres 2024. Di sisi lain, ada pula yang menilai pernyataan tersebut merupakan ajakan untuk mengevaluasi hasil demokrasi secara kritis. Beragam interpretasi ini menunjukkan bahwa pernyataan seorang tokoh politik dapat dipahami secara berbeda oleh masing-masing kelompok masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.