Media KampungI.League resmi mengumumkan pencabutan kebijakan larangan suporter tandang untuk musim kompetisi 2026/2027. Keputusan ini mendapat restu dari FIFA dengan sejumlah persyaratan yang harus dipatuhi klub dan suporter agar pengaturan baru berjalan lancar dan aman.

Kebijakan larangan suporter tandang sebelumnya diterapkan sejak Oktober 2022 menyusul Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan kerusuhan dan korban jiwa dalam pertandingan sepak bola Indonesia. Selama empat tahun terakhir, suporter tim tamu tidak diperkenankan hadir di stadion lawan demi menjaga keamanan dan ketertiban saat pertandingan berlangsung.

Baca juga:

Presiden Direktur I.League, Ferry Paulus, menyatakan bahwa kondisi keamanan selama ini telah menunjukkan perbaikan signifikan dengan minimnya insiden terkait kehadiran suporter tandang. Oleh karena itu, I.League mengajukan proposal kepada FIFA untuk membuka kembali akses bagi suporter tim tamu. FIFA pun memberikan persetujuan dengan catatan ketat untuk menjaga protokol keamanan dan kepatuhan terhadap aturan yang sudah ditetapkan.

Meski kebijakan larangan suporter tandang dicabut secara umum, pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi tetap akan memberlakukan pembatasan kehadiran suporter tim tamu. Contohnya adalah laga antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung serta Persebaya Surabaya melawan Arema FC. Dalam pertandingan-pertandingan tersebut, suporter away masih berpotensi dilarang hadir demi menghindari potensi gangguan keamanan dan konflik antarpendukung.

Untuk mendukung kebijakan ini, I.League juga telah menyiapkan sistem pembelian tiket terintegrasi melalui aplikasi Sobat Liga yang mempermudah pengaturan dan pengawasan kehadiran penonton. Sistem ini sudah diuji coba dan berjalan dengan baik, didukung oleh perbaikan infrastruktur stadion di berbagai daerah.

Baca juga:

Sementara itu, Persib Bandung menghadapi sanksi dari FIFA berupa larangan mendaftarkan pemain baru selama tiga periode transfer akibat sengketa lama dengan mantan pelatih Robert Rene Alberts. Sanksi ini mulai berlaku sejak 10 Agustus 2026.

Ferry Paulus menegaskan bahwa sanksi tersebut bersifat sementara dan dapat dicabut secara otomatis setelah Persib menyelesaikan kewajibannya. Manajemen Persib juga memastikan bahwa proses registrasi pemain baru untuk musim 2026/2027 telah berjalan normal dan agenda tim tidak terganggu meski menghadapi sanksi tersebut.

Persib Bandung dan I.League telah berkoordinasi dengan PSSI dan FIFA untuk menyelesaikan persoalan ini melalui mekanisme resmi. Ferry Paulus yakin masalah ini bukan hal yang rumit dan akan segera selesai dalam waktu dekat.

Baca juga:

Dengan pencabutan larangan suporter tandang dan penyelesaian sanksi Persib, diharapkan kompetisi sepak bola Indonesia musim depan bisa berjalan lebih semarak dan aman, menghadirkan atmosfer pertandingan yang lebih hidup dengan dukungan langsung dari suporter di stadion lawan.