Media Kampung, BandungPersib Bandung kembali menghadapi sanksi FIFA berupa registration ban yang berkaitan dengan kasus lama mantan pelatih Robert Rene Alberts pada 2022. Manajemen klub memastikan bahwa kasus ini merupakan perkara lama yang baru-baru ini diputuskan oleh FIFA, dan bukan masalah baru yang muncul saat ini.

Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menyatakan bahwa mereka tidak tinggal diam dan akan menindaklanjuti sanksi tersebut secara serius melalui mekanisme yang berlaku. Setelah menerima keputusan FIFA, klub langsung melakukan kajian menyeluruh untuk memahami dasar keputusan, posisi perkara, dan langkah yang harus ditempuh.

Baca juga:

Persib juga menegaskan bahwa persiapan untuk musim kompetisi 2026/2027 tetap berjalan lancar tanpa terganggu oleh sanksi ini. Semua pemain baru telah diproses sesuai dengan ketentuan registrasi operator kompetisi dan federasi. Klub juga meminta Bobotoh, suporter Persib, untuk tetap tenang dan mendukung tim dalam kondisi ini.

Sanksi FIFA ini merupakan buntut dari sengketa pembayaran yang terjadi antara Persib dan Robert Rene Alberts terkait kontrak dan kewajiban finansial yang belum terselesaikan sepenuhnya. Pada Februari 2025, kedua pihak menyepakati pembayaran senilai total Rp3 miliar yang dijadwalkan dalam 10 kali cicilan. Namun, pembayaran cicilan pertama pada Maret 2025 tidak diterima penuh oleh Rene Alberts, sehingga menimbulkan perselisihan yang berujung ke gugatan di FIFA.

Baca juga:

Menurut dokumen FIFA bernomor perkara FPSD-19488 yang diputuskan pada 3 Oktober 2025, Persib diwajibkan menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada Rene Alberts. Gugatan yang diajukan pada Juni 2025 menuntut pembayaran kekurangan cicilan serta cicilan berikutnya yang belum dibayar.

Di tengah sanksi ini, Persib juga melakukan penyesuaian komposisi pemain. Klub memutuskan meminjamkan bek Hamra Hehanussa ke klub promosi Garudayaksa dengan tujuan memberikan kesempatan bermain lebih banyak dan menunjang perkembangan karier pemain tersebut. Deputy CEO Persib, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa peminjaman ini bukan karena menurunnya kepercayaan terhadap kemampuan Hamra, melainkan demi menjaga ritme kompetitif dan kualitasnya.

Baca juga:

Persib Bandung berkomitmen untuk menyelesaikan masalah hukum ini secara profesional dan bertanggung jawab, menghormati keputusan regulator, serta memastikan kelancaran persiapan menghadapi musim kompetisi mendatang. Klub berharap dukungan dari Bobotoh tetap solid dalam situasi yang menantang ini.